"
Walah, Jokowi sowan ke
big bos, his master voice," kata pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno (YPS) itu kepada redaksi, Senin (26/10).
Menurutnya, tidak salah sejak reformasi politik Indonesia makin memperlihatkan gestur politiknya mempertegas subordinat dengan negara adikuasa, yang paling tidak dikehendaki oleh Bung Karno terutama setelah KTT Nonblok di Beograd yugoslavia.
Indonesia dengan Bung Korno memantapkan diri sebagai negara independen tidak tergantung blok apalagi dengan AS dan anti nekolim.
"Politik Indonesia-AS hanya dengan diplomasi kesetaraan untuk merebut kembali Irian Barat/Papua masuk ke pangkuan Nusantara. Bagaimana dengan rezim sekarang? Apa yang mau dicapai ke negara
Uncle Sam?" ujar Mbak Rachma sapaan akrabnya.
"Dan bicara soal teknologi canggih seperti microsoft dan google tahukah bahwa perangkat super tersebut adalah matra utama
proxy war, a simetric war di dalam penaklukan bangsa. Kata Bung Karno
'exploitation de nation par nation via teknologi'," tukas putri Bung Karno ini menambahkan.
Diketahui, Presiden Jokowi didampingi Ibu Negara Iriana dan sejumlah pejabat pemerintah pada Sabtu (24/10) malam hingga Kamis (29/10) berkunjung ke Amerika Serikat untuk kunjungan kenegaraan. Fokus kunjungan ini adalah meningkatkan kerja sama ekonomi kedua negara. Dan dalam agenda yang tersebar di kalangan wartawan, Presiden Jokowi dijadwalkan melakukan pertemuan dengan perusahan-perusahan teknologi informasi di AS, seperti yahoo, google dan apple.
[rus]
BERITA TERKAIT: