ProDem Ragu Elit Bergaya Sales Bisa Padamkan Api

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 Oktober 2015, 06:42 WIB
ProDem Ragu Elit Bergaya Sales Bisa Padamkan Api
Andrianto/net
rmol news logo . Bencana kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan di Indonesia sudah sampai kepada titik yang sangat mengkhawatirkan. Jakarta sebagai Ibukota negara sudah terkena sebaran asap dari kebakaran di Sumatera dan Kalimantan.

"Akhirnya sang asap tiba di Jakarta. Apakah nurani kita sebagai aktivis terpanggil," kata Ketua Presidium Pergerakan Aktivis Untuk Reformasi dan Demokrasi (ProDem) Andrianto, Senin (26/10).

Namun Andrianto ragu elit sekarang bisa mengatasi permasalahan bangsa, termasuk bencana kabut asap.

"Saat ini catatat paling buruk dalam sejarah demokrasi bahkan sejak Indonesia merdeka. Dimana semua pimpinan parlemen (DPR, DPD dan MPR) dipimpin oleh saudagar tanggung. Sehingga pola dan gayanya mirip sales yang sayangnya ecek-ecek," terangnya.

Sebagaimana saudagar tanggung, lanjut Andrianto, pastinya belepotan kasus hukum pula, jadi persekutuan yang sempurna antara parlemen dan eksekutif dipimpin oleh saudagar tanggung.

"Jangan harap ada visi besar. Soal asap sami mawon wong Luhut Binsar Panjaitan satu-satunya Menko Polkam yang juga saudagar tanggung. Jadi semua policy akan serba tanggung," tukasnya.

Diketahui, sebaran asap dari kebakaran hutan dan lahan di Sumatera dan Kalimantan telah menyebar luas. Sebaran asap sangat tergantung pada arah angin. Berdasarkan pantauan satelit Himawari dari BMKG pada Minggu (25/10) kemarin, lebih dari tiga per empat wilayah Indonesia tertutup asap tipis hingga tebal. Hanya Jawa Tengah, DIY, sebagian Jawa Timur, NTT, Sulut, Maluku Utara dan bagian utara Papua saja yang tidak tertutup asap. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA