Informasi yang berkembang di kalangan politisi menyebutkan bahwa sejak dipimpin Teten Masduki yang menggantikan Luhut Binsar Panjaitan, Kantor Staf Presiden jadi seperti mati suri kalau tidak mau disebut mati sungguhan.
Teten dilantik menggantikan Luhut pada awal September lalu.
Penunjukan Teten Masduki sampai kini masih menjadi misteri. Masyarakat dan pemerhati politik masih bertanya-tanya mengapa Teten yang dipercaya memegang gugus tugas sepenting itu. Pengalaman Teten sebagai aktivis dianggap belum cukup memadai untuk memimpin lembaga sepenting itu. Begitu juga dalam hal kepemimpinan dan kharisma, Teten dianggap jauh di bawah Luhut Panjaitan.
Tak lama setelah pelantikan Teten, Purbaya Yudhi Sadewa mundur dari posisi Deputi III bidang Pengelolaan Isu Strategis. Doktor bidang ekonomi dari Universitas Purdue, Indiana, Amerika Serikat itu enggan menyebutkan alasan mengapa dia memilih mengundurkan diri. Tetapi kabar yang berkembang mengatakan, Purbaya tidak cukup yakin dengan kemampuan Teten memimpin Kantor Staf Presiden.
Informasi terakhir menyebutkan bahwa Deputi II bidang Pengelolaan dan Kajian Program Prioritas Yanuar Nugroho juga akan hengkang meninggalkan Bina Graha. Kabarnya, Yanuar ingin kembali ke habitatnya di Universitas Manchester, Inggris.
Secara umum kordinasi di dalam Kantor Staf Presiden tidak lagi sebaik seperti pada masa kepemimpinan Luhut. Di sisi lain, Teten juga masih sibuk dengan urusan mendampingi Presiden Jokowi dalam banyak kegiatan, sehingga kurang bersentuhan langsung dengan jajaran Kantor Staf Presiden.
Selain Purbaya yang sudah mundur dan Yanuar yang menurut kabar akan mundur, Kantor Staf Presiden memiliki tiga deputi lain. Deputi I bidang Monitoring dan Evaluasi diduduki Darmawan Prasodjo yang merupakan doktor bidang sumber daya alam alumni Universitas Texas A&M, Amerika Serikat. Deputi IV bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi diduduki Eko Sulistyo mantan Ketua KPU Solo (2003-2008).
Adapun Deputi V bidang Analisa Data dan Informasi Strategis dijabat Mayjen Anggodo Wiradi yang sebelumnya adalah pengajar di Lemhanas. Sebelumnya dia menduduki sejumlah jabatan penting di lingkungan TNI, seperti Danrem 074/Warastratama Surakarta (2008), dan Kasdam I/Bukit Barisan (2013).
[dem]
BERITA TERKAIT: