Untuk memperkenalkan secara lebih luas gagasan-gagasan Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 1978-1988 itu kepada masyarakat Indonesia, pihak penerbit dan keluarga juga mengadakan acara peluncuran dan bedah buku di Bentara Budaya Jakarta, Jalan Palmerah Selatan, Jakarta (Jumat sore, 16/10).
Acara peluncuran buku karya Almarhum Ben Mboi yang juga suami mantan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH ini menampilkan Prof. DR. M. Ryaas Rasyid, MA (mantan Menteri Negara Otonomi Daerah), Dr. Benny K. Harman, SH (Wakil Ketua Komisi III DPR RI) dan Drs. FX Bambang Ismawan, MS (pemikir sosial) sebegai pembedah. Dan Drs. Rikard Bagun (Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas) sebagai moderator.
Sebelum diskusi, Nafsiah Mboi menyampaikan sambutan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya peluncuran dan diskusi yang dihadiri banyak tokoh.
Menurut editor buku tersebut, Paskalis M.B. Ledo Bude, buku "Ben Mboi-Percikan Pemikiran Menuju Kemandirian Bangsa" ini terdiri atas dua bagian yaitu bagian pertama tentang karya dan karsa sebagai Gubernur NTT dan bagian kedua tentang refleksi selepas purna tugas: Kemandirian Bangsa.
Selama sepuluh tahun memimpin NTT, Ben Mboi telah melaksanakan beberapa Program Pembangunan NTT, seperti Dana Kesehatan Rakyat (DKR), Operasi Nusa Makmur (ONM), Operasi Nusa Hijau (ONH), Panca Warsa Benah Desa dan lain-lain.
"Kita perlu mengetahui sepak terjang Ben Mboi ketika melaksanakan kegiatan ONM, ONH dan Panca Warsa Benah Desa," ungkapnya.
Ben Mboi menulis latar belakang pelaksanaan program ONM dan ONH dengan mengutip pernyataan Multatuli dalam bukunya "Max Havelaar" sebagai berikut:
Vreugde is niet in het oogsten van de rijst; vreugde is in het oogsten van de rijst die jij zelf geplant hebt.†(
Happiness is not in harvesting rice; happiness is in harvesting rice, which you yourself have plantedâ€). Yang artinya Apa yang kita makan, minum, pakai, dan sebagainya, alangkah bahagianya kalau itu bukan pemberian orang, bukan belas kasihan orang, melainkan keringat kita sendiriâ€.
"Singkatnya, Ben Mboi mau mengatakan bahwa masyarakat NTT mestinya mandiri dalam segala hal, minimal dalam hal pemenuhan kebutuhan pokoknya saja," terang Paskalis.
Oleh karena itu, lanjut Paskalis, Ben Mboi sebagai Gubernur NTT kala itu adalah orang yang paling bertanggung jawab dalam hal memberikan jaminan kemakmuran dan kesejahteraan bagi rakyat NTT.
"Kemudian dia dan jajaran pemerintah daerah yang ada di NTT ketika itu bersama masyarakatnya melaksanakan program ONM, ONH dan Panca Warsa Benah Desa," tukasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: