Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, potensi wisata layar sangat besar dan bisa dioptimalkan untuk menggerakkan perekonomian lokal. Pada 2006, tercatat 75 "cruise calls" di seluruh wilayah Indonesia, lalu meningkat menjadi 403 cruise calls pada 2014. Pemerintah menargetkan 800 call dari kapal pesiar untuk tahun 2019 nanti. Apalagi selama ini kapal pesiar yang berlayar ke Indonesia banyak menuju ke daerah Indonesia bagian timur, seperti Bali dan Lombok.
"Dengan marina di Pantai Boom, Banyuwangi, ini diharapkan bisa mendukung target pemerintah dalam memacu wisata, khususnya wisata bahari," ujar Anas dalam siaran pers yang diterima redaksi, Sabtu (12/9).
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Pelindo III Djarwo Surjanto mengatakan Pengembangan infrastruktur wisata bahari yang terintegrasi antara Banyuwangi, Bali dan Labuan Bajo akan mengoptimalkan potensi rute pelayaran di Indonesia. Tidak hanya profit bagi pengelola, namun juga memantik pengembangan kawasan dan kreativitas warga, sehingga memiliki economic value untuk peningkatan perekonomian masyarakat sekitar.
‎"Boom Marina Banyuwangi diharapkan menjadi bagian dari jaringan marina dunia sekaligus untuk mempromosikan wisata bahari Indonesia di dunia internasional," ujarnya.
Katanya, kawasan Boom Marina Banyuwangi akan dibangun diatas lahan seluas 44,2 hektar dengan konsep berbasis kearifan lokal dan Ramah lingkungan. diperkirakan proyek ini akan resmi beroperasi Tahun 2017 mendatang. Dimana saat itu Banyuwangi akan menjadi tuan rumah event Fremantle to Indonesia Yacht Race dan Rally yang berlayar dari Australia serta berbagai agenda marina internasional lainnya.
"Pelindo III dan Kementerian Pariwisata bekerja bersama aktif melakukan promosi wisata Indonesia kepada operator kapal pesiar internasional seperti Seatrade Cruise Shipping Miami di Florida AS, Sales mission and Annual Cruise Down Under Conference di Australia, Cruise Shipping Asia di Singapura dan Seatrade All Asia Cruise Cenvention di RRC." tutup Djarwo.
[ysa]
BERITA TERKAIT: