Hidupkan Rel Mati, Besok Menko Rizal Bawa Ekskavator ke Tanjung Priok

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/'></a>
LAPORAN:
  • Rabu, 09 September 2015, 20:37 WIB
Hidupkan Rel Mati, Besok Menko Rizal Bawa Ekskavator ke Tanjung Priok
ilustrasi
rmol news logo Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya akan membawa alat berat ekskavator ke Pelabuhan Tanjung Priok besok. Hal tersebut dilakukan Rizal untuk mendukung terbangunnya jaringan rel kereta pelabuhan Ibukota itu.

Rizal mengatakan, pada zaman Hindia Belanda, ada layanan kereta pelabuhan yang bisa masuk ke kawasan peti kemas di dalam pelabuhan. Namun selama bertahun-tahun, layanan kereta di pelabuhan mati karena tidak diperhatikan. Padahal dengan adanya rel kereta barang, bisa menekan biaya logistik dan menekan dwell time.

"Di zaman Pelindo ini rel ditutup pakai aspal sehingga nggak bisa dipakai. Kereta barang tidak bisa masuk. Besok kita akan ke Tanjung Priok, kita akan bawa ekskavator jalan rel yang ditutup zaman Belanda akan kita bongkar," tegas Rizal Ramli saat rapat dengan Badan Anggaran (Banggar) di DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/9)

Menko Perekonomian era Pemerintahan Gus Dur itu yakin dengan adanya fasilitas kereta pelabuhan, dampaknya akan bisa mengurangi rata-rata waktu bongkar muat hingga keluar barang dari pelabuhan atau yang biasa dikenal dwell time.

"Kalau ini bisa, maka kereta barang bisa masuk mungkin trucking akan rugi sedikit. Pelindo akan rugi sedikit. Tapi untungnya untuk masyarakat lebih besar. Dwell time bisa diatasi. Perekonomian akan berjalan," kata Rizal mantap.

Mantan Kepala Bulog ini juga menambahkan pihaknya sengaja memfokuskan pada pembenahan sistem logistik di Pelabuhan Tanjung Priok karena 70 persen ekspor-impor nasional berasal dari pelabuhan terbesar di Indonesia ini.

"Kami turunkan rata-rata dwell time 7-8 hari jadi rata-rata 2,5 hari, dan itu sangat menolong kelancaran barang," demikian Rizal Ramli.

Seperti diketahui jaringan rel kereta api logistik/kontainer yang menghubungkan antara Pelabuhan Tanjung Priok dengan Pelabuhan Peti Kemas hingga Tempat Penampungan Khusus (TPK) Koja, Jakarta Utara telah ada. Rel ini telah lama mati dan tidak digunakan untuk pengangkutan kereta api logistik, namun masih terputus alias belum sampai ke dalam pelabuhan.

Proyek ini telah dianggarkan sejak 5 tahun lalu dan pembangunannya baru mencapai Jalan Pasoso atau sebelum masuk ke pelabuhan. Proyek ini tersisa hingga 300-500 meter lagi agar bisa masuk ke jantung Pelabuhan Tanjung Priok. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA