Bahkan negara yang mengajarkan pelajaran agama di sekolah justru memiliki tingkat korupsi lebih tinggi dibandingkan negara yang tidak memgajarkannya. Negara Barat juga ternyata lebih Islami ketimbang negara Islam. Itu berdasarkan Islamicity Index.
Semua isu sosial itu bukan ada di makalah ilmiah. Melainkan ada dikumpulkan puisi esai yang didasarkan riset dan terangkum dalam buku Denny JA terbaru yang berjudul "Roti untuk Hati (2015).
Puisi ini unik. Berisi opini sosial yang didasarkan data dan catatan kaki.
Buku yang dirilis Kamis kemarin (, 3/9) di JCC Senayan ini merupakan lanjutan sukses Denny JA usai "Saputangan Fang Yin" edisi Bahasa Inggris miliknya sukses menjadi best seller nomor 1 di
Amazon.com Juli lalu.
Peluncurannya pun unik. Karena dilakukan dengan membagikan roti berlabel "Roti untuk Hati" kepada pengunjung. Tidak hanya itu, beberapa puisinya juga dibacakan oleh Teater Mandiri, Teater Lab, Lili Sudabra, dan Monica Anggi Puspita
Buku terbaru konsultan politik ini berisi puisi-puisi hasil perenungannya mengenai pelbagai permasalahan sosial maupun kebangsaan. Dalam buku bertebal 300 halaman tersebut, Denny JA berbagi perjalanan batinnya soal agama, realitas, dan hidup bahagia.
Melalui buku ini, Denny JA memperkuat kehadiran genre baru puisi, yaitu puisi esai, puisi dengan riset dan catatan kaki, dengan karakter dan plot, seperti cerpen yang dipuisikan.
Buku "Roti untuk Hati" segera diterjemahkan ke bahasa Inggris, menjadi versi digital dan akan dipublikasi di Amazon.com. Denny JA berharap bukunya kembali menjadi
best seller no 1 di toko
online terbesar dunia itu, seperti buku sebelumnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: