KRISIS RUPIAH

Fuad Bawazier: Ayo Pemerintah, Don't be Late!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 01 September 2015, 06:10 WIB
Fuad Bawazier: Ayo Pemerintah, <i>Don't be Late!</i>
fuad bawazier/net
rmol news logo . Potensi melemahnya rupiah masih akan berlanjut, tidak saja karena ancaman kemngkinan naiknya bunga dolar AS yang akan mempengaruhi semua mata uang di dunia, tapi juga karena persoalan khas Indonesia.

Demikian disampaikan ekonom yang juga mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazir, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 1/9).

Menurut Fuad, ada beberapa persoalan khas Indonesia. Pertama, adanya ancaman APBN yang semakin besar defisitnya karena penerimaan dari perpajakan shortfall. Kedua, banyaknya dana asing hot money yang ditanamkan dalam saham dan surat utang berharga terbitan Indonesia.

Fuad melanjutkan bahwa JP Morgan secara terbuka menyarankan agar portofolio ini dilepas. Dan bila benar asing melepas portofolionya ini, maka rupiah ambruk dan tidak terkendali. Bahkan bisa saja mencapai Rp 17.000 per dolar AS

"Bila itu sampai terjadi, dapat diduga akan banyak bank-banyak yang bangkrut dengan segala akibatnya yang mengerikan dan bangkrutlah kita! Ayo Pemerintah, do something quickly. Don't be late," demikian Fuad. [ysa]​

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA