Jika selama ini beberapa sektor Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) masih banyak yang impor, seperti garam dan pakan ikan. Maka dengan menguatnya dolar, KKP akan mendorong industri dalam negeri agar tidak bergantung kepada impor.
Karena itu, Susi mengimbau supaya setiap kementerian bisa sama-sama mengerem untuk melakukan impor, termasuk impor garam.
"Saat seperti ini harga dolar tinggi, kami (pemerintah) harus bekerja keras untuk mengurangi impor. Tolonglah jangan impor saat petani garam panen. Impor yang jelas harus bisa dikurangi," tutur Susi di kantornya, Jakarta, Sabtu (29/8).
Di samping itu, menteri asal Pangandaran, Jawa Barat ini juga meminta bantuan masyarakat agar lebih menghargai dan menggunakan produk dalam negeri.
"Kadang-kadang ada bagusnya situasi seperti ini (dolar menguat). Tapi tentu dengan adanya dolar seperti ini tidak juga menguntungkan bagi komoditas yang lainnya. Kalau bisa pakai lokal ya kenapa tidak, seraplah hasil para petani. Di situlah nasionalisme kita harus muncul," tandas Susi seperti dikutip dari
JPNN.
[ian]
BERITA TERKAIT: