Pelatih Celtic, Ronny Deila menyesalkan kegagalan anak asuhnya. Menurutnya, kekalaÂhan itu lantaran tidak adanya kerjasama yang bagus di antara tim. Dia menilai, Celtic masih mengandalkan kekuatan individu.
"Ini cukup sederhana, kami nampak terlihat tidak nyaman dengan bola. Kami terlihat ketakuÂtan di luar sana, dan itu sangat mengecewakan," sesal Deila, dikutip laman resmi
UEFA.Celtic harus menunda keinginan kemÂbali berlaga ke babak utama Liga Champions. Kebobolan dua gol di laga ini menghapus keunggulan 3-2 dari pertemuan pertama. Celtic akhirnya tersingkir dengan agregat 3-4.
"Kami seperti ini sebagai sebuah tim, bukan hanya satu atau dua pemain. Kami tidak menÂcapainya sebagai tim dan itu tanggung jawab saya," ujarnya.
Sepasang gol diciptakan skuat asuhan Age Hareide yang dicetak Markus Rosenberg dan gol bunuh diri Dedryck Boyata. Deila pun mengaku Malmo layak lolos ke fase grup. "Kami tidak berada di level yang kami harapkan. Malmo layak mendapatkannya," imbuh Deila.
Lolosnya Malmo ini mendapat ucapan selamat dari bintang Paris Saint-Germain (PSG) Zlatan Ibrahimovic, bekas alamamater sang sang bomber.
Ucapan itu diberikan Ibra melalui akun instagram pribadinya @iamzlataniÂbrahimovic, di mana ia memasang gambar pemain Malmo merayakan gol kemenangan dan menuÂliskan beberapa kata yang mengisyaratkan bahwa dirinya sangat gembira dengan lolosnya Malmo.
"Malmo lolos Liga Champions. Hal yang sangat indah. Saya berharap merÂeka dapat pengalaman mengesankan di Liga Champions. Selamat," tulis Ibrahimovic.
Seperti diketahui Ibra memang belajar sepakÂbola di akademi sepakbola junio Malmo sejak 1987. Ia baru naik ke tim utama Malmo sejak 1999 sampai 2001. Tampil sebanyak 40 kali membela Malmo, Ibra muda saat itu berhasil menorehkan 16 gol. Bakat Ibra di Malmo ini kemudian dihendus oleh pemandu bakat Ajax Amsterdam yang semakin mengasah kemamÂpuan Ibra menjadi pemain kelas dunia.
Karena setelah memperkuat Ajax, Ibra melanjutkan petualangannya ke klub-klub besart Eropa seperti Juventus, Inter Milan, Barcelona, AC Milan, dan kini PSG.
Berlaga di Swedbank Stadion, kemarin. Malmo dalam posisi tertinggal 2-3 dari laga leg pertama, mendapatkan angin segar di leg kedua setelah Markus Rosenberg mencetak gol di menit ke-23.
Skor tersebut sejatinya sudah cukup memÂbawa mereka lolos. Namun keberuntungan meÂnaungi kampiun Liga Swedia tahun lalu itu, di mana Dedryck Boyata mencetak gol bunuh diri dan menegaskan kemenangan mereka. Malmo pun memastikan diri menang 2-0 dan melaju ke fase grup dengan keunggulan agregat 4-3.
Di laga lainnya, Basel gagal melangÂkah ke fase grup Liga Champions UEFA. RotBlau julukan Basel sempat bermain imbang atas klub asal Israel, Maccabi Tel Aviv 1-1 pada leg kedua babak
play-off Liga Champions di Bloomfield Stadium, kemarin. Namun, Maccabi unggul dari gol tandang dengan agregat 3-3, setelah berimbang 2-2 pada pertemuan pertama di kandang Basel
Pelatih Basel, Urs Fischer mengaku kecewa dengan hasil yang diperoleh tim. Menurutnya Basel kurang beruntung untuk melaÂlui babak
play-off Liga Champions.
"Tidak banyak yang harus dikatakan, kami tidak berunÂtung dan kami tidak mendapatkan resep untuk mengehentikan Maccabi," kata Fischer. ***
BERITA TERKAIT: