Negara Harus Gairahkan Kegiatan Ekonomi!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 26 Agustus 2015, 00:04 WIB
Negara Harus Gairahkan Kegiatan Ekonomi<i>!</i>
yusril ihza/net
rmol news logo . Target pertumbuhan ekonomi 5,2 persen yang dicanangkan Presiden Joko Widodo di awal pemerintahannya kini nyaris mustahil bisa terwujud. Situasi ekonomi dunia saat ini sedang tidak menentu. Situasi ekonomi dalam negeri-pun sama saja terkena imbas dari dalam dan dari luar

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 26/8).

Yusril menjelaskan, bahwa harga minyak dunia kini turun ke angka 38 dolar AS per barrel. Namun harga eceran dalam negeri tetap, padahal subsidi sudah dicabut. Sementara itu, kurs yang tidak stabil menyebabkan industri susah membuat kalkulasi. Bisnis berada dalam ketidakpastian"

"Suku bunga tetap tinggi, demikian pula pengenaan pajak. Dalam situasi seperti ini usaha apapun akan mati dengan sendirinya," jelas Yusril.

Dalam kondisi ini, Yusril menegaskan bahwa negara harus mengambil kebijakan yang tepat dan segera menggairahkan kegiatan ekonomi. Harga bahan bakar minyak (BBM) pun harus diturunkan agar industri mampu meningkatkan daya saing. Bunga bank juga harus diturunkan agar investasi bergerak

"Pajak mau tidak mau harus dikaji ulang. Kalau tidak, usaha takkan bergerak karena beban pajak terlalu berat," demikian Yusril. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA