Pemerintah Harus Organisir Kekuatan Modal dalam Negeri untuk Bisnis Migas!

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Rabu, 19 Agustus 2015, 08:14 WIB
Pemerintah Harus Organisir Kekuatan Modal dalam Negeri untuk Bisnis Migas<i>!</i>
ilustrasi/net
rmol news logo . Indonesia merupakan salah satu negara dengan potensi kekayaan minyak dan gas (migas)  yang cukup besar. Besarnya potensi migas  yang terkandung di Indonesia merupakan peluang emas untuk terus mendorong roda perekonomian.

Upaya penyelenggaraan kegiatan usaha migas tersebut tak lepas dari peran investasi pihak swasta dalam negeri maupun asing pada sektor hulu dan hilir migas. Peluang investasi pengembangan industri migas di Indonesia, baik di bidang hulu maupun hilir di masa mendatang masih sangat menjanjikan. Bisnis hilir migas bukanlah bicara tentang "kue yang kecil". Areanya yang meliputi seluruh wilayah Indonesia jelas membutuhkan pemain-pemain besar selain Pertamina.

Karena itu, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan menggelar dialog dengan tema "Peluang Usaha Industri Hilir Migas Bagi Pengusaha Muda".

Tentu saja, dalam keterangan beberapa saat lalu (rabu, 19/8), HIMPI juga berharap pemerintah juga mengorganisir kekuatan modal dalam negeri, terutama pengusaha muda untuk menjadi pemain di industri ini. Jika nilai transaksi bisnis hulu sampai hilir migas sekitar Rp 27.000. triliun per tahun, sebagai ilustrasi untuk hilir lebih kecil dari se pertiganya atau sekitar 800 triliun, maka itu bukan angka yang kecil bagi sebuah pengembangan bisnis. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA