Lewat Buku, Misbakhun Ingatkan Skandal Century yang Belum Tuntas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 18 Agustus 2015, 08:01 WIB
Lewat Buku, Misbakhun Ingatkan Skandal Century yang Belum Tuntas
‎rmol news logo . Publik harus tahu dan harus terus diingatkan bahwa saat ini ada persoalan besar bangsa yang belum tuntas, yaitu skandal bailout Bank Century. Hingga saat ini belum jelas siapa dalang sebenarnya dari skandal ini. Sedangkan, meski rezim berganti, penegakkan hukum harus dijalankan dan pelaku kejahatan harus dihukum.

Dengan dasar itulah, anggota Fraksi Golkar Muhammad Misbakhun menulis buku "Sejumlah Tanya Melawan Lupa, Mengungkap Tiga Surat SMI kepada Presiden SBY." Misbakhun merupakan inisiator hak Century‎ yang sangat lantang. Surat SMI maksudnya adalah Sri Mulyani, yang saat itu menjabat Menteri Keuangan sekaligus Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan. 

‎‎"‎Jangan sampai daya ingat publik yang tidak panjang itu dimanfaatkan untuk mengubur kasus bailout Bank Century. Dalangnya harus dibongkar," kata Misbakhun saat berbincang pagi ini (Selasa, 18/6).‎ 

‎Dalam buku ini, Misbakhun mengungkap secara detail tiga surat sangat rahasia Sri Mulyani kepada Presiden SBY terkait kebijakan bailout yang dianggap melanggar hukum tersebut. Termasuk Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk) terhadap Sri Mulyani terkait kasus Bank Century. 

‎Menurut Misbakhun, ‎dengan inkracht-nya kasus Budi Mulya yang terkait kasus Bank Century maka konstruksi hukum bailout atas Bank Century jelas, mengandung unsur korupsi dan kerugian negara. Karena itu, sudah saatnya KPK segera menuntaskan kasus atas bailout Bank Century ini untuk segera dituntaskan pada aktor utamanya. 

‎"Karena Budi Mulya bukanlah aktor pelaku utama dalam kasus ini. Kenapa KPK begitu lambat ketika menghadapi kasus Century ini? Padahal rezim sudah berganti dan para pelakunya sudah tidak berkuasa lagi? Ada apa dengan KPK?" tanya Misbakhun. ‎

‎Rencananya buku ini akan diluncurkan Rabu besok dengan menghadirkan pembicara seperti Bambang Soesatyo, Maruarar Sirait, aktivis anti-korupsi Ray Rangkuti dan Nadya Mula, putri Budi Mulya. Dalam acara ini istri dan putri Budi Mulya akan memberikan testimoni kepada publik tentang apa yang dirasakan oleh keluarga Budi Mulya selama dia disangkakan sebagai orang yang terlibat dalam kasus Century dan sampai saat ini hanya Budi Mulya saja yang dihukum. 

‎‎"Emosi, perasaan, curahan isi hati mereka paling tidak juga harus di ketahui oleh publik supaya mereka tidak merasa menjadi korban sendirian dari kasus Bank Century dan seolah-olah pelaku tunggal dari kebijakan tersebut," ungkap Misbakhun. 

‎Misbakhun menambahkan sekaligus mengingatkan bahwa â€ŽDPR sebenarnya masih bisa menghidupkan kembali Timwas Century karena rekomendasi dari Pansus Century yang hendak dikawal oleh Timwas Century ternyata sampai saat ini masih banyak diabaikan oleh pihak penegak hukum. Dalam konteks ini, kemauan politik, kredibilitas dan konsistensi DPR diuji untuk menuntaskan kasus Century mengingat banyak rekomendasi DPR yang tidak dan belum dijalankan. 

‎ â€Ž"Disitulah ujian buat DPR.‎ â€ŽKalaupun tidak dibentuk Timwas secara khusus paling tidak DPR membentuk Panja Pengawasan untuk penuntasan kasus Century yang melibatkan setiap fraksi di DPR. Untuk menuntaskan kasus Century berdasarkan rekomendasi yang pernah diberikan oleh DPR," demikian Misbakhun. ‎[ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA