"Kami tak pernah mendukung siapa saja duduk di kepemimpinan KPK," kata Tommy Peden mengatasnamakan Komite Pimpinan Pusat (KPP) Serikat Mahasiswa dalam rilis yang dikirimkan ke redaksi, Rabu (12/8).
Sementara itu, Panitia Seleksi Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi menyatakan, ada 19 calon pimpinan KPK dinyatakan lolos pada seleksi tahap ketiga. Para calon yang lolos itu berasal dari latar belakang yang berbeda-beda.
"Setelah melakukan pertimbangan menyeluruh, sesuai hasil rapat pleno Pansel KPK, diputuskan nama calon pimpinan KPK yang lolos seleksi tahap ketiga ada 19 orang," kata Ketua Pansel KPK Destry Damayanti.
Destry menjelaskan, para calon yang lolos ini sebelumnya menjalani serangkaian tes melihat potensi dan kompetensi dimiliki masing-masing . Adapun segi potensi yang diukur di antaranya meliputi aspek kecerdasan, cara kerja, potensi kerja, hubungan sosial dan kepribadian.
Pansel KPK juga mempertimbangkan penelusuran rekam jejak yang dilakukan masyarakat sipil, kepolisian, kejaksaan, PPATK, BIN dan KPK. "Nantinya mereka akan kembali mengikuti tes tahap keempat, yaitu tes kesehatan dan wawancara pada 24, 25, dan 26 Agustus mendatang," terangnya.
19 nama capim KPK yang lolos itu adalah Ade Maman Suherman (Ketua Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Jenderal Soedirman), Agus Rahardjo (Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintahan), Alexander Marwata (Hakim Ad Hoc Tipikor PN Jakarta Pusat), Brigjen Pol Basaria Panjaitan (Widyaiswara Madya Sespimti Polri), Budi Santoso (Komisioner Ombudsman), Chesna Fizetty Anwar (Direktur Kepatuhan Standard Chartered Bank), Firmansyah TG Satya (Pendiri dan Direktur Intercapita Advisory, Consultant Strategic and Business, Investment Banking, Audit and Governance Risk Management), Giri Suprapdiono (Direktur Gratifikasi KPK), Mayjen TNI (Purn) Hendardji Soepandji (mantan Aspam KSAD), Jimmly Asshiddiqie (Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu), Johan Budi SP (pimpinan sementara KPK) , Laode Muhammad Syarif (akademisi Universitas Hasanuddin),
Mohammad Gudono (Ketua Komite Audit UGM dan Direktur Program Studi Magister Akuntansi FEB UGM), Nina Nurlina Pramono (Direktur Eksekutif Pertamina Foundation), Saut Situmorang (Staf Ahli Kepala BIN), Sri Harijati (Direktur Perdata Jam Datun Kejaksaan Agung) , Sujanarko (Direktur pada Direktorat Pembinaan Jaringan Kerjasama Antar Komisi dan Instansi KPK), Surya Tjandra (pengacara publik) dan Irjen Pol Yotje Mende (eks Kapolda Papua).
Sebelumnya, diberitakan para aktivis lintas kampus aktivis angkatan 98 melakukan halal bihalal sembari mendukung advokat Niko Adrian Azwar duduk sebagai salah satu kandidat pimpinan KPK.
SMI baru terbentuk tahun 2006. Aktivis 98 Eli Salomo sendiri aktif di Forum Kota (Forkot) dan tahun 2006 lebih banyak aktif di Komite Advokasi Buruh (KAB) bukan SMI.
[zul]
BERITA TERKAIT: