Soal Remisi, Fahri Minta Negara Tidak Melebihi Tuhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Selasa, 11 Agustus 2015, 12:40 WIB
Soal Remisi, Fahri Minta Negara Tidak Melebihi Tuhan
fahri hamzah/net
rmol news logo . Lembaga Permasyarakatan (LP) adalah jembatan untuk kembali dalam masyarakat. Dalam sistem modern, tidak ada namanya negara menahan orang. Pasalnya, negara bertugas untuk mengembalikan yang bersangkutan ke masyarakatan.

"Bukan ditahan apalagi ditambah masa tahanan. Setelah ditahan dan ternyata nggak berbahaya ya dikembalikan saja ke masyarakat," ujar Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah saat ditemui di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta (Selasa, 11/8). Pernyataan Fahri ini menanggapi wacana remisi dari pemerintah jelang Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2015.

Ia bahkan meminta agar Presiden mengampuni sebanyak-banyaknya narapidana. Menurutnya, pada dasarnya semua manusia itu baik, hanya saja Tuhan sering membolak-balikkan hati manusia.

Sementara untuk menyambut Hari Kemerdekaan, ia menilai bahwa 17 Agustus merupakan momen untuk mengurang beban penjara di Indonesia. Negara, lanjutnya, bisa menggunakan momen ini untuk mengampuni sebanyak-banyaknya orang.

"Banyak orang baik di penjara. Mantan napi itu orang bersih, jangan negara melebihi Tuhan. Jangan negara ini mau bertindak lebih kejam dari kemuliaan Tuhan. Jangan belagu mau memperberat hukuman. Ini pandangan saya. Kalau ada yang menantang silakan!" tandas politisi PKS itu. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA