PILKADA SERENTAK

PDIP Usung Calon di Pacitan Demi Kedaulatan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Senin, 10 Agustus 2015, 16:46 WIB
PDIP Usung Calon di Pacitan Demi Kedaulatan Rakyat
rmol news logo . Sebagai penghormatan atas kedaulatan rakyat sekaligus menunaikan hak konstitusional partai dalam mengajukan calon di pilkada, PDI Perjuangan dan Hanura memastikan akan mengusung pasangan Bambang Susanto-Sri Retno Dhewanti sebagai calon bupati dan wakil bupati dalam Pilkada Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. ‎PDIP pun berkomitmen dan siap bekerja keras bisa memenangi pasangan Bambang-Retno di Pilkada Pacitan.‎

"Di Pacitan,  PDIP demi tanggung jawabnya terhadap hak rakyat yang berdaulat untuk menentukan pemimpinnya, maka PDIP mengusung calon dan menjadi pelopor di dalam mengatasi calon tunggal," kata Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, dalam keterangan beberapa saat lalu (Senin, 10/8).‎ 

‎Bambang berkarier sebagai penilik SMP yang merupakan putra asli dari Kecamatan Punung yang diharapkan bisa menggarap jaringan tertata lewat profesi guru. Bambang juga sudah berkomitmen untuk pensiun dini demi mengabdi kepada masyarakat Pacitan. Sementara Retno adalah sosok jujur, luwes, dan ulet yang selama ini punya pengaruh kuat di Pacitan.‎ 

‎Dalam mengusung pasangan Bambang-Retno, PDIP berkoalisi dengan Partai Hanura karena PDIP memang harus menjalin komunikasi mengingat hanya punya enam kursi di DPRD. Sebab, batas minimalnya adalah delapan dari 40 kursi anggota Dewan.  

‎Hasto mengungkapkan, kewajiban konstitusional untuk mencalonkan tersebut sebagai penghormatan atas prinsip kedaulatan rakyat itu sendiri. PDIP berharap agar partai lain juga melakukan hal sama seperti di Pilkada Surabaya yang hingga kini calonnya masih tunggal. 

‎"Di Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, juga memiliki semangat yang sama, bahwa di balik pilkada, kemenangan memang menjadi target. Namun aspek konsolidasi partai, militansi dan ideologi juga dipertaruhkan," ujarnya. 

‎Hasto menekankan, partai-partai yang memiliki hak konstitusional untuk mencalonkan, tetapi tidak menggunakan haknya hanya karena berhadapan dengan incumbent, sama saja mengkerdilkan demokrasi. Partai yang seperti itu nyata-nyata memandang demokrasi semata-mata dengan kalah menang dalam berkompetisi.‎ ‎

‎"Itu justru malah merusak dan mengkerdilkan demokrasi," tandasnya. 

‎Seperti diketahui, Pilkada Pacitan sebelumnya terancam diundur ke tahun 2017 karena calonnya tunggal  yakni bupati petahana Indartato dan wakilnya Yudi Sumbogo yang diusung Partai Demokrat. PDIP di Pilkada Pacitan sebelumnya sempat membentuk Koalisi Pacitan Bersatu dengan merangkul Partai Amanat Nasional (PAN), Hanura, Partai Gerindra dan Partai Golkar. Koalisi tersebut mengusung pasangan Suyatno-Effendi Budi Wirawan. Namun di detik-detik akhir, pengusungan tersebut dibatalkan. 

‎ ‎Namun, kini PDIP sudah menata ulang komposisi koalisi di Pacitan untuk bisa mengusung calon untuk didaftarkan di masa perpanjangan yang sudah ditetapkan KPU pasca mendapatkan rekomendasi dari Bawaslu. Selain di Pacitan, PDIP juga akan berusaha agar bisa berpartisipasi dalam Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Samarinda di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT).‎ [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA