Halal bi halal digelar Jumat malam tadi (7/8) di kawasan Menteng, Jakarta.
Ketua panitia halal bi halal Gerakan 98, Ahmad Kasino, mengajak budaya Gotong Royong dilakukan untuk mendukung Niko Adrian Azwar sebagai pimpinan KPK untuk dalam rangka menuntaskan Tugas kesejarahan spirit 98, yaitu Indonesia sejahtera tanpa korupsi.
Niko, mantan aktivis mahasiswa UKI yang ikut mendirikan Forkot, sudah sukses melewati dua tahap seleksi capim KPK.
Pertemuan yang dihadiri kurang lebih 200 eks "simpul" kampus pada waktu gerakan 98 terjadi itu menyebut masih banyak "pekerjaan rumah" belum dikerjakan saat ini ketika Indonesia memasuki 70 tahun kemerdekaannya.
"Selain persoalan politik dan ekonomi yang selalu gaduh dan jatuh bangun, proses penegakan hukum pun dinilai masih jalan di tempat," terang Kasino.
Melihat kondisi tersebut, lanjutnya, tepat di 17 tahun reformasi dan 70 tahun Indonesia merdeka ini, para aktivis Gerakan 98 lintas kampus meneguhkan sikap menuntaskan tugas sejarah yang belum selesai.
"Demi mewujudkan visi misi tersebut, kami aktivis gerakan 98 lintas kampus menugaskan Niko Adrian Azwar SH untuk maju dan menjadi salah satu pimpinan KPK periode 2015-2019," pungkas Kasino.
[ysa]
BERITA TERKAIT: