Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) DKI tercatat jumlah penduduk miskin pada Maret 2013 mencapai 352.960 orang atau sebesar 3,55 persen.
Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada September 2013, jumlah penduduk miskin di Jakarta terus mengalami peningkatan, yakni menjadi 371.700 orang atau 3,72 persen.
Pada September 2014, BPS DKI juga mencatat tingkat kemiskinan di Jakarta mengalami peningkatan mencapi 412.790 orang atau mencapai 4,09 persen.
"Kalau sekarang kan 3,53 persen ya," kata Djarot di Balaikota, Jakarta, Kamis (6/8).
Mantan anggota DPR dan mantan Walikota Blitar ini menyatakan, Pemprov DKI bertekad untuk menurunkan tingkat kemiskinan pada 2016. Tahun depan, ia ingin jumlah tingkat kemiskinan harus sudah 3 persen.
"Makanya kami perlu terus menerus lakukan upaya penurunan tingkat kemiskinan," ucap Djarot seperti dikabarkan
RMOL Jakarta.
Politisi PDIP ini memprediksi kantong-kantong kemiskinan di Jakarta ada di pemukiman padat. Ia memperkirakan Jakarta Pusat dan Jakarta Timur yang paling banyak jumlah warga miskin, sedangkan Jakarta Selatan paling rendah jumlah warga miskin.
"Kalau kita melihat kantong-kantong kemiskinan, kita bisa tahu di pemukiman padat yang sekarang sering terjadi tawuran," tandas Wagub Djarot.
[rus]