Pasalnya helikopter tersebut tanpa menggunakan baling-baling seperti helikopter pada umunya. Afalina merupakan helikopter buatan HeliWhale perusahaan pesawat terbang milik Rusia yang berdiri sejak tahun 2010.
Berdasarkan berita yang dihimpun dari
Russia Beyond The Headlines, helikopter Afalina tidak membutuhkan tempat lepas landas dan tempat mendarat yang terlalu besar.
Pengembang Afalina menyebutkan bahwa helikopter ini memiliki sistem kontrol baling-baling koaksial baru yang membuat helikopter dapat melaju dengan kecepatan tinggi. Terlebih bahan bakar helikopter tersebut sama denga bahan bakar mobil biasa.
Helikopter yang memiliki sistem pemanas dan ventilasi di kabin ini dibanderol dengan harga cukup rendah, yakni 120 ribu dolar AS.
Selain itu, pihak HeliWhale menilai pesawat tersebut cocok untuk digunakan oleh Kementerian Situasi Darurat Rusia, pekerja agrikultur, sekolah penerbangan, ambulans udara, dan yang lainnya.
Harga yang cukup rendah tersebut disebabkan oleh pabrik yang memproduksi helikopter super ringan tersebut sudah memiliki kapasitas produksi 10-15 helikopter per-tahun. Selain itu, pembeli juga akan menerima helikopter dalam bentuk siap rakit.
"Sekarang ini tak ada pabrik lain yang memproduksi pesawat sekelas Afalina, bahkan pesawat bekursi ganda Robinson masih lebih berat dari Afalina, dan ia menggunakan mesin yang sangat berbeda," kata Direktur Jenderal HeliWhale Jacov Kolesnik.
[ysa]
BERITA TERKAIT: