Ketiga korban merupakan pengunjung tempat wisata yang terletak di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur itu.
Demikian diinformasikan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kepada
Kantor Berita Politik RMOL, tadi malam.
"Korban tewas atas nama Subkhan Anang Mashuro, 35 tahun, alamat Jalan Joporo 10 No 36 Surabaya, Sofyan Sahuri, 26 tahun, alamat Jalan Kapas Jaya Surabaya, dan Hendra Pramono Setyawan, 12 tahun Jalan Diponegoro II Karangwaru Tulungagung," terang Sutopo.
Selain itu longsoran tebing mengakibatkan 12 orang luka-luka. Lima orang diantaranya mengalami luka berat.
Korban atas nama Marita (36) mengalami luka sobek tangan kiri, Sita Magforotin (42) mengalami luka robek pelipis kiri, Aris (30) luka robek pelipis kanan dan dahi, Bagus Dwi Ratna (30) mengalami luka punggung robek, Ragil Sanjaya (25).
Kemudian, Rambat (21) luka lecet kepala dan punggung, M. Hasyim (28) luka kepala robek dan tangan kiri lecet dan Rifai Rahmat (31) luka kepala belakang robek dan tangan kiri lecet.
"Semua korban dirawat di RSUD Kabupaten Nganjuk," terang Sutopo lagi.
Tiga korban, kata Sutopo, dirawat di RS Bhayangkara Nganjuk. Korban antara lain atas nama Subhi (36) mengalami luka bengkak kepala belakang dan bengkak punggung.
"Tiga orang di puskemas dan mantri kesehatan. Pendataan masih dilakukan,"demikian Sutopo.
Tebing air terjun Sedudo tiba-tiba longsor pada Selasa (22/7) sekira pukul 16.00.
Dikatakan Sutopo, tebing longsor tidak ada kaitannya dengan faktor cuaca seperti hujan atau angin.
Tebing longsor di ketinggian 105 meter disebabkan oleh pohon kering yang tumbang disertai dengan batu dan material longsor menimpa wisatawan yang sedang berenang di air terjun.
[dem]
BERITA TERKAIT: