Pratu Aspin Mallobasang, anggota Yonif 433 Kostrad mengalami luka tusuk dan berhasil melarikan diri, sementara Pratu Fatku Rahman anggota Brigif L-3/K meninggal dunia akibat kejadian itu.
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjelaskan pengeroyokan yang berujung penikaman itu terjadi saat kedua anak buahnya menonton festival bedug.
"Pada malam itu keduanya sedang menonton festival bedug, tiba-tiba didatangi sekelompok OTK," kata Gatot dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu.
Saat kejadian KSAD mengatakan, Pratu Aspin Mallobasang dan Pratu Fatku Rahman sedang melaksanakan cuti lebaran. Keduanya yang berasal dari Gowa kebetulan kebagian cuti gelombang 1 karena cuti lebaran untuk anggota Satpur dan Satbanpur dibagi 3 gelombang.
Ciri-ciri pelaku, kata calon Panglima TNI ini, salah satunya berpotongan rambut pendek menggunakan kopiah, berbadan tegap dan mengendarai sepeda motor Yamaha Scorpio warna Silver hitam dengan nopol tidak diketahui.
"Orang itu menanyakan beberapa hal, kemudian kedua anggota langsung ditusuk," demikian Jenderal Gatot.
[dem]
BERITA TERKAIT: