Dai Samudra, Berdakwah Sambil Mengarungi Samudra

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 07 Juli 2015, 20:55 WIB
Dai Samudra, Berdakwah Sambil Mengarungi Samudra
Kecil Besar
rmol news logo Dompet Dhuafa mengirim ustadz dalam program Dai Samudra pada awal Juli lalu. Para ustadz yang tergabung dalam Corp Dai Dompet Dhuafa (Cordofa) ini berdakwah di kapal Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni).

Pada Ramadhan kali ini, Dai Samudera dilaksanakan pada tanggal 1-3 Juli lalu dengan rute perjalanan Semarang-Kumai (Kalimantan)-Semarang dengan lama satu kali perjalanan selama 21 jam.

Ustadz Abita dan Ustadz Pramudita dari Dompet Dhuafa Jawa Tengah menceritakan kegiatan yang mereka lakukan selama mengarungi lautan Indonesia nan luas.

Perjalanan ke Kumai dimulai pukul 11.00 WIB tanggal 1 Juli 2015. Sholat dhuhur berjama’ah dilakukan sebagai pembuka kegiatan. Salat dhuhur berjama’ah diikuti oleh 40 orang penumpang.

Bersama dengan H. Darwi takmir mushola At-Tin KM Egon, mereka membicarakan mengenai beberapa kegiatan akan dilaksanakan selama perjalanan. Kegiatan yang dilakukan meliputi Kajian menjelang buka, Buka bersama, salat magrib berjamaah, salat tarawih, Kultum tarawih, Tadarus dan belajar baca Al-Quran serta sholat subuh berjama’ah.

"Para kru dan penumpang sangat antusias dengan kedatangan kami, tidak ada penolakan dari mereka, justru mereka merasa senang ada ustadz yang menemani untuk memberikan siraman ruhani selama perjalanan," tutur Ustadz Pramudita.

Menjelang buka puasa, pengurus mushola mempersiapkan takjil untuk dibagikan kepada para jamaah. Setelah berbuka bersama dilanjutkan dengan salat magrib, salat isya’ dan salat tarawih bersama. Salat tarawih dipimpin oleh Ustadz Abita.

"Pihak takmir mushola kapal Pelni justru meminta kami sebulan sekali untuk memberikan siraman rohani dan pencerahan kepada kru yang bertugas agar kepenatan bekerja bisa hilang sejenak," ujar Ustadz Abita.

Mereka pun bercerita bahwa saat menunaikan salat tarawih ada sebagian yang muntah karena mabuk laut, tetapi tetap tidak mengurangi semangat para penumpang untuk beribadah. [zul]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA