Blatter baru-baru ini mendapatkan jasa Richard Cullen, kepala Firma Hukum McGuireWoods dan mantan jaksa penuntut fedÂeral di Amerika Serikat, demikian menurut sumber yang berbicara kepada
Reuters dan namanya tidak mau disebutkan.
Cullen saat dikonfirmasi keÂmarin pagi WIB tidak bersedia memberikan komentar. Sekadar catatan Blatter mengundurkan diri sebagai presiden FIFA pada 2 Juni lalu, hanya berselang emÂpat hari setelah ia terpilih kemÂbali sebagai presiden. Keputusan ini diambil di tengah-tengah skandal terbesar dalam dunia sepak bola yang sedang menimpa FIFA yang menyebabkan para petinggi FIFA ditangkap.
Penuntut Amerika Serikat tidak menuduh Blatter melakukan kesÂalahan. Blatter juga mendapatkan Lorenz Erni, seorang pengacara ternama di Zurich, demikian dinyatakan sumber yang sama. Erni menolak untuk memberikan komenÂtar kepada Reuters.
Selain Blatter, Sekretaris Jenderal FIFA, Jerome Valcke, juga mendaÂpatkan pengacara ternama Barry Berke -- seorang mitra di Kramer Levin Naftalis & Frankel.
Jaksa penuntut percaya bahwa Valcke terlibat dalam transaksi 10 juta Dolar ASatau Rp 132 miliar yang digunakan untuk mengamankan status Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia 2010. Namun, ia tidak dituduh secara resmi melakukan kesalahan apapun.
Pekan lalu, Valcke mengataÂkan bahwa tindakannya memÂberikan tanda tangan terhadap aliran uang Rp 132 miliar bukan merupakan kesalahan. Ia juga mengatakan bahwa tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya merupakan "hal gila."
Belum bisa dijelaskan apakah alasan di balik keputusan Blatter menyewa pengacara handal terkait dengan peningkatan pengawasan dari otoritas Amerika Serikat. Di negeri Paman Sam tersebut, sangat lumrah jika seseorang yang berstatus sebagai saksi meminta nasihat hukum untuk melindungi hak-hak mereka.
Pada Selasa (16/6), Jaksa Agung Swiss mengatakan bahwa para penuntut Swiss, tempat markas besar FIFA berada, telah mengiÂdentifikasi 53 transaksi bank yang mencurigakan. Mereka juga bisa meminta agar Blatter dan Valcke memberikan keterangan.
Cullen sendiri memiliki keterÂikatan kuat dengan Direktur FBI, James Comey, yang melakuÂkan penyelidikan terkait FIFA. Comey pernah menjadi jaksa penuntut federal di Richmond, Virginia, tempat Cullen berbasis. Comey juga pernah bekerja seÂbagai mitra di
McGuireWoods.Sebagai pengacara, Cullen sering menangani kasus yang melibatkan pejabat pemerintah yang terlibat dalam penyelidikan kasus kriminal tingkat tinggi.
Cullen pernah memiliki klien Tom DeLay, seorang politisi partai Republik asal Texas dan manÂtan anggota parlemen Amerika Serikat ketika adanya dugaan koÂrupsi terhadap pelobi Washington, Jack Abramoff.
Klien lain adalah Ken Melson, yang dipaksa untuk meninggalkan jabatannya sebagai direktur pelaksana Biro Alkohol, Tembakau, Senjata, dan juga Peledak Amerika Serikat (ATF). ***
BERITA TERKAIT: