Hal itu diungkapkan pelatih Estonia, Magnus Pehrsson. Setelah menahan rasa penasaran atas kekalahan pada tujuh bulan lalu, tim berjuluk Sinisargid yang dalam setempat berarti Kemeja biru menaklukkan San Mario lewat dwi gol tanpa balas.
Berlaga di kandang sendiri, di A Le Coq Arena di Talling, kemarin, dua gol Sergei Zenjov mempermalukan San Marino. "Kunci kemenangan ini adalah kesabaran. Kami membuat banÂyak kesempatan," kata Pehrsson dikutip
Delfi.Selain itu, pelatih berusia 39 tahun itu juga menjelaskan, skill skuat Kemeja Biru lebih baik dan lebih matang dibanding skuad yang dibawanya ke San Marini, November lalu.
Phersson mengaku terpukau dengan penampilan tiga penyerang ujung tombak yang dimilikinya, Aleksandr Dmitrijev, Konstantin Vassiljev, dan Joel Lindpere. "Mereka terlihat berÂpengalaman, dan mampu berÂmain degan baik."
Dengan kondisi tim dan keÂmenangan itu Phersson yakin Estonia bisa mengalahkan Slovenia yang berada di posisi emÂpat, satu tingkat di atas Estonia. "Jika mereka tetap seperti itu di pertandingan-pertandingan beriÂkutnya, kami bisa tampil lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kami yakin dengan penampilan kami."
Zenjov gembira dengan 2 gol itu. Ia juga mengakui kerjasama tim yang dibangun oleh trio penyÂerang Estonia yang mampu menÂjebol pertahanan San Marino.
Sebenarnya, kata dia, San Marino memiliki pertahanan yang sangat kuat sehingga sulit dijeÂbol. Namun, dengan kerjasama tim yang solid, maka semua akan mudah dilakukan.
"Pertandingan tadi sangat sulit, karena mereka rapat sekali pertahanannya. Dua gol sudah sangat bagus," jelasnya. ***
BERITA TERKAIT: