Buah Kesabaran Si Kemeja Biru

Rabu, 17 Juni 2015, 09:15 WIB
Buah Kesabaran Si Kemeja Biru
Magnus Pehrsson/net
Kecil Besar
rmol news logo Kunci kemenangan Estonia atas San Marino pada laga lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2016 Grup E, Ahad lalu adalah kesabaran.

Hal itu diungkapkan pelatih Estonia, Magnus Pehrsson. Setelah menahan rasa penasaran atas kekalahan pada tujuh bulan lalu, tim berjuluk Sinisargid yang dalam setempat berarti Kemeja biru menaklukkan San Mario lewat dwi gol tanpa balas.

Berlaga di kandang sendiri, di A Le Coq Arena di Talling, kemarin, dua gol Sergei Zenjov mempermalukan San Marino. "Kunci kemenangan ini adalah kesabaran. Kami membuat ban­yak kesempatan," kata Pehrsson dikutip Delfi.

Selain itu, pelatih berusia 39 tahun itu juga menjelaskan, skill skuat Kemeja Biru lebih baik dan lebih matang dibanding skuad yang dibawanya ke San Marini, November lalu.

Phersson mengaku terpukau dengan penampilan tiga penyerang ujung tombak yang dimilikinya, Aleksandr Dmitrijev, Konstantin Vassiljev, dan Joel Lindpere. "Mereka terlihat ber­pengalaman, dan mampu ber­main degan baik."

Dengan kondisi tim dan ke­menangan itu Phersson yakin Estonia bisa mengalahkan Slovenia yang berada di posisi em­pat, satu tingkat di atas Estonia. "Jika mereka tetap seperti itu di pertandingan-pertandingan beri­kutnya, kami bisa tampil lebih baik dari sebelum-sebelumnya. Kami yakin dengan penampilan kami."

Zenjov gembira dengan 2 gol itu. Ia juga mengakui kerjasama tim yang dibangun oleh trio peny­erang Estonia yang mampu men­jebol pertahanan San Marino.

Sebenarnya, kata dia, San Marino memiliki pertahanan yang sangat kuat sehingga sulit dije­bol. Namun, dengan kerjasama tim yang solid, maka semua akan mudah dilakukan.

"Pertandingan tadi sangat sulit, karena mereka rapat sekali pertahanannya. Dua gol sudah sangat bagus," jelasnya. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA