BPI: Penilain Faisal Basri Bukti Jokowi Neolib Sejati

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Selasa, 16 Juni 2015, 15:12 WIB
BPI: Penilain Faisal Basri Bukti Jokowi Neolib Sejati
jokowi/net
rmol news logo . Mantan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Reformasi Migas Faisal Basri menilai Presiden Jokowi menganut paham neoliberalisme yang lebih parah daripada mantan Presiden SBY. Pasalnya, hal tersebut semakin menguatkan keyakinan masyarakat bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Jokowi akan semakin dikuasai asing dan aseng.

Direktur Eksekutif Bimata Politica Indonesia (BPI) Panji Nugraha mengatakan, jika dinilai secara objektif,  berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah memang mendukung pernyataan Faisal Basri. Untuk itu masyarakat harus segera sadar bahwa janji Jokowi mengenai ekonomi kerakyatan dan nawacita hanya janji manis kampanye semata.

"Penilaian Jokowi menganut paham neoliberalisme ini sebenarnya adalah bukti bahwa Jokowi merupakan pendukung neoliberalisme sejati, namun semua kebijakan yang dikeluarkan dikemas secara kerakyatan. Sudah saatnya masyarakat sadar bahwa kerakyatan hanyalah 'topeng' Jokowi untuk mendapatkan simpati publik," tegas Panji dalam rilisnya, Selasa (16/6).

Panji lanjut menjelaskan, wajar saja jika saat ini Indonesia di berbagai sektor perekonomian dikuasai asing dan aseng. Ini adalah sebab konkrit dari 'topeng' yang dikenakan oleh Jokowi.

"Masyarakat mulai sadar dan meminta pemerintah terutama Presiden Jokowi untuk segera bertobat dan kembali ke jalan yang benar, dengan melaksanakan ekonomi kerakyatan," tutup Panji. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA