Aksi Burzaco Patut Ditiru Buronan Lain

Menyerah & Rela Dijebloskan Penjara

Kamis, 11 Juni 2015, 09:16 WIB
Aksi Burzaco Patut Ditiru Buronan Lain
Alejandro Burzaco/net
Kecil Besar
rmol news logo Alejandro Burzaco akh­irnya menyerahkan diri kepada polisi di Italia Utara setelah dua minggu menjadi buronan FBI. Pria asal Argentina ini merupa­kan salah satu dari 14 pejabat dan mantan pejabat FIFA yang terkait dugaan skandal korupsi dan pemerasan.

Mantan presiden perusahaan pemasaran olahraga Argentina, Torneos Competencias itu juga merupakan salah satu dari tiga buronan Argentina yang sedang diincar Jaksa Amerika Serikat dalam kasus suap di FIFA.

Menurut keterangan Jaksa, Burcazo bersama dengan Hugo Jinkis (70), dan anaknya Mariano Jinkis (40), bersekongkol meme­nangkan dan mengamankan kontrak hak media dari federasi sepakbola regional dengan me­nyuap puluhan juta dolar AS. Pria 50 tahun itu juga sedang dalam investigasi oleh otoritas pajak Argentina, yang dicurigai melakukan penggelapan pajak.

Burcazo menghilang setelah dilakukannya penangkapan tujuh eksekutif FIFA pada 27 Mei lalu. Dia lolos, karena saat itu tidak berada di tempat kejadian.

Lima hari kemudian media Argentina menemukan tweet dari Twitter Burcazo kemudian mempublikasikan secara luas. Namun, tweet tersebut akhirnya dihapus setelah penangkapan tersebut diumumkan.

Sepertinya Burzaco lelah harus terus bersembunyi dari kejaran penegak hukum. Bersama dua pengacaranya, dia menyerah­kan diri ke kantor polisi di kota Borzano, Italia Utara Selasa (9/6) waktu setempat, kemudian lang­sung dijebloskan ke penjara.

Tertangkapnya Burzaco ini disebut-sebut mengancam pe­nyelenggaraan Piala Dunia 2018. Seperti diketahui hak Rusia se­bagai tuan rumah Piala Dunia 2018 dikabarkan bakal dicabut, karena negara tersebut diduga 'bermain mata' dengan FIFA. Namun tudingan itu dibantah, Vitaly Mutko selaku Menteri Olahraga Rusia.

Dia menegaskan, terungkap­nya kasus dugaan suap yang melibatkan para petinggi FIFAtidak akan berpengaruh pada proses persiapan Piala Dunia 2018 yang akan berlangsung di Rusia. "Rusia terpilih sebagai tuan rumah dengan proses yang adil. Semua persiapan telah berjalan sesuai jadwal," kata Vitaly.

Sekretaris jendral FIFA, Jerome Valcke juga membenarkannya.

"Tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak menggelar Piala Dunia. Semua akan siap pada waktu pelak­sanaan," ucap Valcke. ***

Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA