"Bulog ini posisi strategis dalam mengelola ketahanan pangan kita, dan sesuai undang-undang memang segera akan di Perum-kan (fungsi dan tanggungjawabnya), ke depan memang kita siapkan agar Bulog tidak hanya urus beras tapi urus sembilan bahan pokok lainnya," kata Presiden kepada wartawan di Jakarta, Senin (8/6).
Terkait dengan upaya mempersiapkan Bulog menghadapi tugas tersebut, lanjut Jokowi, maka pemerintah melakukan penggantian Direktur Utama Perum Bulog.
"Dalam rangka persiapan itu dirut diganti," ujar Kepala Negara seperti dikabarkan laman setkab.
Jokowi menegaskan, sebagai Perum, maka nantinya Bulog akan lebih berorientasi pada penyangga ketahanan pangan. Sementara PT Pangan yang selama ini juga melakukan pengelolaan sembilan bahan pokok akan lebih berorientasi komersial.
Terkait dengan rencana itu, Menteri BUMN Rini Soemarno melalui surat keputusannya bernomor SK-87/MBU/06/2015 per 8 Juni 2015, telah memberhentikan Direktur Utama Perum Bulog Lenny Sugiat dan Direktur Pelayanan Publik Lely Pelitasari Soebekty.
Sebagai pengganti atas diberhentikannya kedua pejabat itu, Menteri Rini Soemarno telah menunjuk Direktur UMKM Bank Rakyat Indonesia, Djarot Kusumayakti, sebagai Dirut Perum Bulog. Sementara posisi Lely digantikan oleh Dirut PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) Persero, Wahyu Suparyono.
[rus]
BERITA TERKAIT: