Akibat kasus itu, Valcke terpaksa tidak bisa menghadiri pembukaan Piala Dunia Wanita FIFA 2015 pada Sabtu waktu seÂtempat (Minggu WIB). Padahal sampai waktu itu, Valcke masih dalam status orang yang akan menghadiri perhelatan yang diadakan di kota Vancouver itu. Namun, jadwal tersebut diubah pada Senin (1/6) sore waktu Zurich.
"Dikarenakan situasi terkini, Sekretaris Jenderal FIFA Jerome Valcke tidak akan mengikuti pembukaan Piala Dunia Perempuan 2015 seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya. Sangat penting dia bisa mengurusi masalah di markas besar FIFA di Zurich," demikian dinyatakan FIFA dalam rilis resminya.
Dugaan keterlibatan Valcke diyakini para jaksa penuntut Amerika Serikat yang mengusut kasus tersebut. New York Times melaporkan, pengungkapan aliran uang itu mendekatkan penyelidiÂkan kepada Presiden FIFA Sepp Blatter lebih cepat dari dugaan semula.
Jerome Valcke disebut-sebut sebagai seorang yang digambarÂkan sebagai pejabat teras FIFA yang pada 2008 mengirimkan uang sebesar 10 juta dolar ASkepada pejabat FIFA lainnya, Jack Warner.
Duit itu diduga berasal dari pemerintah Afrika Selatan untuk penyelenggara Piala Dunia 2010 dan mengirimkannya ke sebuah proyek pengembangan sepak bola di Karibia.
Namun tudingan itu langsung dibantah Valcke dan Baltter keÂpada New York Times melalui email. Valcke mengaku tidak berwenang soal keuangan dan dan tidak memiliki kekuasaan untuk melakukan hal itu.
FIFA mengakui adanya proses pembayaran dana 10 juta Dolar ASdari Afrika Selatan kepada seorang pejabat sepak bola tidak melibatkan Valcke.
Sementara itu, Danny Jordaan, Kepala Eksekutif tender Piala Dunia Afrika Selatan yang kini menjabat presiden federasi sepÂak bola Afrika Selatan mengakui memberikan uang 10 juta Dolar AS kepada FIFA. Duit jumbo itu untuk pengembangan sepak bola di Karibia, bukan suap. ***
BERITA TERKAIT: