Kegiatan tahunan yang dilakukan Walubi ini mengobati 9000 pasien secara gratis hari ini dan besok.
Di pelataran Candi Borobudur dibangun tenda-tenda yang fungsinya seperti rumah sakit darurat. Walaupun begitu fasilitas yang tersedia cukup canggih dan terkini. Ada poli gigi, mata, bedah minor, penyakit kulit dan kelamin serta poli umum.
Pasien yang datang dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan berbagai usia, tua-muda, laki-laki dan perempuan.
Ketua Dewan Penyantun Walubi Murdaya Poo mengatakan rumah sakit yang terlibat yakni RS Mustopo, RS Sarjito, RS Paramita, serta Dinkes Magelang. Adapun dokter dari TNI AD dan AU serta Walubi. Negara asing yang turut serta yakni Singapura.
"Walaupun gratis dokter melayani sepenuh hati dan pasien dilayani sebaik mungkin," kata Murdaya Poo saat membuka Baksos, Senin (1/6).
Dikatakannya, tindakan yang dilakukan para dokter terhadap peserta baksos mulai dari perawatan gigi sampai bedah minor.
"Kalau yang mau cabut gigi kami layani, membersihkan karang gigi juga. Kalau yang butuh kacamata kami berikan gratis. Berbagai obat-obatan pun disediakan," jelasnya.
Dirjen Agama Budha Kementerian Agama Dasikin mengatakan baksos ini merupakan wujud ajaran budha maitri karuna atau mengasihi terhadap sesama. Dalam baksos ini tidak ada perbedaan etnis, suku dan golongan serta agama. Semua yang memerlukan bantuan diberikan pelayanan.
"Persatuan dan kesatuan bangsa dikedepankan dalam baksos ini. Dokter yang terlibat pun dari semua agama yang ada di tanah air. Mereka bersatu padu menolong sesamanya dengan sukarela," katanya.
Sebagai informasi peringatan Tri Suci Waisak dilakukan di Candi Borobudur sejak 30 Mei sampai 2 Juni. Puncak peringatan dilakukan dengan pawai dari Candi Mendut ke Candi Borobudur dengan membawa air dan api suci. Malamnya akan diadakan peringatan detik-detik Waisak dan ditutup dengan pelepasan ribuan lampion ke udara.
[dem]
BERITA TERKAIT: