Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon, melalui juru bicaranya menyebut bahwa konferensi yang dijadwalkan digelar 28 Mei itu dilakukan untuk mengembalikan momentum menuju proses transisi politik Yaman.
Selain itu, seperti dimuat AFP (Kamis, 21/5), Ban juga berharap agar konferensi tersebut bisa membantu Yaman mengurangi tingkat kekerasan dan meringankan situasi kemanusiaan yang terjadi.
Diketahui, sejak koalisi pimpinan Arab Saudi melancarkan serangan ke Yaman untuk melengserkan kelompok Houthi, setidaknya telah ada 1.850 orang yang tewas.
[ysa]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: