RESHUFFLE KABINET KERJA

Kita Mau Mikir Negara, Atau Mikir Ego JK?

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ade-mulyana-1'>ADE MULYANA</a>
LAPORAN: ADE MULYANA
  • Kamis, 14 Mei 2015, 19:21 WIB
Kita Mau Mikir Negara, Atau Mikir Ego JK?
jusuf kalla/net
rmol news logo Presiden Joko Widodo diingatkan untuk tidak tunduk pada tekanan pihak manapun dalam menata ulang Kabinet Kerja, terutama tim ekonomi yang selama enam bulan terakhir ini terlihat tidak memiliki kinerja yang baik.

Termasuk dari tekanan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang merupakan arsitek tim ekonomi pemerintah.

Anggota Komisi XI DPR RI M. Misbakhun dalam perbincangan dengan redaksi beberapa saat lalu mengatakan, sudah saatnya Jokowi membentuk tim ekonomi yang tangguh, dan ketangguhan tim ekonomi itu terlihat dari sosok Menko Perekonomian yang memimpin kebijakan ekonomi.

"Dalam kondisi ekonomi global dan nasional yang sangat dinamis serta penuh pertarungan ideologis dan kepentingan, Sofjan (Djalil) sudah out of date," ujar Misbakhun mengomentari kabar yang berkembang mengenai kemungkinan Sofjan Djalil digeser dari posisi itu.

Kemana sebaiknya Sofjan Djalil ditempatkan?

Menjawab pertanyaan ini, Misbakhun mengatakan, karena sudah out of date, Sofjan Djalil tidak perlu berada di kabinet.

Saat ditanya, bukankah selama ini Sofjan Djalil disebut-sebut mendapat back up penuh dari Wapres JK, Misbakhun mengatakan, "Kita mau mikir negara atau mikir ego JK?"

Hubungan JK dan Sofjan Djalil terbilang baik. Sebelum Jokowi berkuasa, JK dan Sofjan Djalil pernah dalam satu perahu bersama SBY. Pada paruh pertama pemerintahan SBY-JK, Sofjan Djalil diberi kepercayaan menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika. Setelah itu dia dipercaya JK menjadi Menteri Negara BUMN. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA