Disinggung anggaran reses sebesar Rp 64 juta untuk tiap politikus Kebon Sirih, Afni mengaku tak menutupi biaya riil tersebut. Menurutnya, tiap masa perhentian sidang parlemen, anggota dewan diwajibkan bertemu konstituen minimal di enam titik.
"Ya, anggaran segitu (Rp 64 juta) pasti kurang. Pokoknya setiap reses, saya selalu nombok," pungkas Ketua DPC Demokrat Jakarta Barat ini saat dihubungi di Jakarta, Minggu (10/5).
Diketahui, DPRD DKI Jakarta akan memasuki reses masa sidang kedua 2015 mulai Senin besok (11/5). Pada waktu tersebut, 106 politikus Kebon Sirih diwajibkan mengunjungi konstituen masing-masing guna menjaring aspirasi selama dua pekan.
Namun seperti dikabarkan
RMOL Jakarta, anggota Komisi B DPRD ini mengaku, baru bisa menggelar reses usai mengikuti Kongres IV Demokrat di Surabaya pada 11-13 Mei nanti.
[rus]