Saef dan Agusalim, dua pria asal Cengkareng, Jakarta barat ini dipercaya oleh pengelola Rumah Duka sebagai tukang yang membuat pembalut peti Jenazah Myuran dan Andrew.
Menurut Agus, sapaan akrab Agusalim, pembungkus peti yang terbuat dari kayu triplek setebal 12 mili itu rencananya akan digunakan sebagai perlengkapan agar peti asli jenazah tak tergores oleh benda apapun.
Pembungkus peti yang memiliki dua meter panjang persegi itu juga rencananya akan dibuat sesederhana mungkin. "Maksudnya engga pake cat, engga ada ukiran dan engga ada apa-apa. Yang terpenting besok pagi selesai," kata Agus seperti diberitakan
RMOL Jakarta, Rabu (29/4).
Sementara di area Rumah Duka, beberapa petugas mengaku di berikan intruksi agar tidak memberi keteranagan apapun mengenai keberadaan dua jenazah tersebut.
Pun demikian dengan suasana di lokasi Rumah duka, meski sejumlah Jurnalis masih bertahan dalam peliputanya. Namun hingga saat ini, tak ada satupun petugas maupun perwakilan keluarga yang memberikan keterangan. Sementara seluruh pagar serta pintu-pintu kecil tertutup rapat hingga tak ada satupun yang bisa dijumpai.
"Memang kita disuruh bungkam," singkat petugas kemanan yang tertera nama Wityanto di bagian depan bajunya.
Dua terpidana mati Myuran Sukumaran dan Andrew Chan akhirnya dipersemayamkan di Rumah Duka Abadi, Daan Mogot, Cengkareng, Jakarta Barat.
[sam]
BERITA TERKAIT: