Dalam acara yang dihelat di Gedung Sate, Bandung (Selasa, 21/4), pimpinan sidang Mohammad Mohiuddin, yang merupakan delegasi dari Bangladesh, menyampaikan bahwa seluruh perwakilan Pemuda Asia Afrika menyepakati untuk memberikan mandat kepada Beni Pramula sebagai pucuk pimpinan dari organisasi tersebut.
"In this honorable and historical moment, I would like to tell that all of delegates from Pakistan, Egypt, Guinea, Malaysia, Philippine, Uzbekistan, and others have already agreed to vote Beni Pramula from Indonesia as the president of Asia Africa Youth Government (AAYG)," ucapnya dalam sidang tersebut, sebagaimana keterangan tertulis kepada Kantor Berita Politik RMOL (Rabu, 22/4).
Sementara itu, Beni Pramula merasa terharu atas amanah yang diberikan pemuda Asia Afrika kepadanya yang notabene wakil dari pemuda Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, Beni menyampaikan bahwa pemuda Indonesia telah mencatat sejarah baru di tahun 2015, yaitu mampu menghimpun pemuda-pemuda dari berbagai belahan negara di Asia dan Afrika untuk berkumpul merumuskan deklarasi dan membentuk organisasi kerjasama antar pemuda Asia dan Afrika.
"Hal yang terpenting melalui organisasi ini, pemuda di Asia dan Afrika bisa secara massif melakukan kerjasama, jejaring, memperjuangkan poin-poin rekomendasi yang telah ditorehkan selama konferensi ini berlangsung, which are realizing equal access to quality education, realizing peace; reconciliation and ending violence, gender equality and also poverty eradication," jelasnya yang disambut tepuk tangan seluruh peserta konferensi.
Acara "New Asia Africa Youth Conference +2015" dibuka secara resmi tanggal 20 April oleh Menpora Imam Nahrowi. Acara ini dihadiri oleh delegasi pemuda dari beberapa Negara di Asia dan Afrika, seperti Indonesia, Bangladesh, Malaysia, Filipina, Singapura, Somalia, Sudan, Qatar, Mesir, Guinea, Pakistan, Thailand, Vietnam, Emiret Arab, Jordan, Kamboja dan beberapa perwakilan negara lainnya.
Acara tersebut, berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 20 hingga 23 April, bertempat di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung, Hotel Savoy Homman, dan Gedung Sate.
Acara ini terselenggara atas kerjasama yang diinisiasi oleh OIC Youth Indonesia dangan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Muslim Indonesia (PMII), dan organiasi kepemudaan lainnya.
Deklarator sekaligus inisiator terselenggaranya acara ini adalah Ketum GPII Karman BM. Ia berharap ada kontinuitas dari konferensi ini, untuk terus melahirkan komitmen dan kerjasama antar pemuda di Asia dan Afrika.
"Because I believe that as youth generation, we have power, bravery and also commitment to do the best for our society. In my imagination, in the future, there will be no civil war, no violence, no difficulties to access to clean water in every side both in Africa and Asia region," tutupnya.
[ysa]
BERITA TERKAIT: