Marzuki jelaskan, majunya dia sebagai ketua umum bukan untuk
vis a vis dengan SBY, melainkan mendapat amanah dari para kader untuk menjadi orang nomor satu di Demokrat.
"Lha ini bukan kompetisi dengan SBY, tapi amanah dari kader," tukasnya saat dikontak (Selasa, 21/4).
Marzuki bilang, sebagian besar pengurus DPC tidak menginginkan SBY menjabat sekadar ketum, namun sebagai Ketua Majelis Pertimbangan Partai (MTP) dan Ketua Dewan Pembina.
Selebihnya, dia mengaku prihatin mendengar rumor bahwa sejumlah elit DPP Demokrat mengkondisikan para kader untuk mendukung SBY.
"Partai yang berpolitik bersih, cerdas, santun dan demokratis menjadi terciderai. Saya yakin SBY tidak memerintahkan, tapi elit di sekitar yang tidak memahami jati diri PD telah merusak nama PD dan nama SBY yang selalu berpolitik sesuai jati diri PD," tegasnya.
[sam]
BERITA TERKAIT: