"Teriak-teriak anti korupsi, tapi jadi tersangka korupsi," Koordinator Presidium Komite Aksi Mahasiswa untuk Reformasi dan Demokrasi (Kamerad), Haris Pertama, dalam orasi di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan (Sabtu, 28/3).
Dalam aksi ini, ada sekitar 100 massa. Massa mendesak agar Bareskrim Mabes Polri tak takut untuk memeriksa dan menjebolskan Denny Indrayana ke penjara atas dugaan korupsi sistem payment gateway. Diduga Denny menunjuk langsung dua vendor untuk mengoperasikan sistem pembayaran pembuatan paspor secara elektronik tersebut.
"Ini jelas aneh, kenapa proses tersebut dilakukan dengan penunjukan langsung. Ini semakin meyakinkan jika Denny adalah salah satu komisaris di dua perusahaan yaitu PT Nusa Inti Artha (Doku) dan PT Finnet Indonesia. Negara dirugikan oleh seorang aktivis anti korupsi, sungguh memalukan," Haris.
Kamerad mendesak agar kasus Denny Indrayana yang saat ini sedang ditangani Mabes Polri harus segera dituntaskan dengan secepat-cepatnya demi penegakan hukum.
"Polri jangan pernah takut akan intervensi dari pihak-pihak lain ataupun para pendukung Denny Indrayana. Segera tangkap Denny Indrayana secepatnya," tandas Haris.
[ysa]
BERITA TERKAIT: