Dalam buku bertagline 'Sebuah Buku yang Membongkar Perilaku Para Pembisik' yang membuat fungsi presiden mandul itu tak hanya berisi kritikan keras ke Presiden Jokowi. Tapi juga menyindir beberapa menteri dalam kabinet Jokowi.
Seperti, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri yang saat blusukan melompat pagar disebut sebagai pencitraan belaka. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga dikritik karena perilaku merokok dan bertato.
"Mulanya buku ini saya mau beri judul 'Istana Kampret'. Tapi setelah pikir-pikir tidak jadi karena terlalu kasar. Buku ini juga menyoroti kinerja 100 hari pertama kepemimpinan Jokowi yang ditandai dengan rendahnya efektivitas pemerintahannya. Negara hingga kini dibayang-bayangi ketidakpastian," ujar Bambang saat peluncuran buku itu di Fraksi Golkar, gedung DPR, Senayan, Jakarta (Kamis, 26/3).
Bamsoet, begitu ia disapa, berharap dengan adanya buku itu, aktor-aktor pembisik Jokowi sadar dan bisa memberikan keleluasaan penuh pada Jokowi untuk memimpin negara.
"Jika tidak diberikan keleluasaan negeri yang besar ini terdiskon menjadi negeri komedi dengan presiden yang hanya punya separuh kewenangan," katanya.
Buku yang memiliki enam bab ini, juga berisi prolog dari Pakar Komunikasi Politik Effendi Ghazali dan epilog dari Profesor Tjipta Lesmana.
[ysa]
BERITA TERKAIT: