Ketua MPR: Seharusnya Ada yang Bertanggung Jawab atas Berbagai Persoalan Negeri Ini

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Kamis, 26 Maret 2015, 17:40 WIB
rmol news logo Ketua MPR RI Zulkifli Hasan hadir dalam Silaturahmi Tokoh Bangsa ke 7 yang diselenggarakan Pengurus Pusat Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis 26 Maret 2015. Silaturahmi ke 7 ini bertema "Problematika Bangsa dan Solusinya".

Tokoh bangsa yang hadir dalam silaturahmi yang dipandu Ketua Umum Muhammadiyah Din Syamsuddin di antaranya Suparman (Ketua Komisi Yudisial), Mahfud MD, Jimly Asshiddiqie, Franz Magnis Suseno, Fuad Bawazier, Bambang Sudibyo, Akbar Tandjung, Fadel Muhammad, dan lainnya.

Mendapat kesempatan berbicara dalam forum ini Zulkifli Hasan mengungkapkan bahwa persoalan bangsa saat ini adalah masalah ketatanegaraan. "Kita perlu menyempurnakan sistem ketatanegaraan," katanya.

Zulkifli mengungkapkan sebelum datang ke silaturhmi ini telah menerima dua tamu, yaitu Try Sutrisno dan para redaktur media massa. Kedua tamu ini memiliki pertanyaan yang sama. "Padahal saya juga ingin mengajukan pertanyaan itu," ujar Ketua Umum PAN ini.

"Mereka bertanya, 'Pak Ketua, sesungguhnya di negeri ini siapa yang berkuasa, siapa yang memerintah dan berkuasa?" ungkap Zulkifli.

Mendapat pertanyaan itu Zulkifli menjawab, "Mungkin sistem ketatanegaraan kita perlu disempurnakan. Misalnya apakah kita perlu melakukan amandemen UUD lagi."

Menurut Zulkifli, seharusnya ada yang bertanggungjawab atas berbagai persoalan bangsa ini. Misalnya, kegaduhan DPRD DKI Jakarta dan Gubernur, kegaduhan di DPR, kegaduhan KPK - Polri. "Saya menyampaikan pandangan bahwa mungkin sistem ketatanegaraan perlu disempurnakan," ujarnya.

Sementara itu, ketika membuka silaturahmi tokoh bangsa ini, Din Syamsuddin mengatakan kehadiran para tokoh bangsa ini mewakili pribadi bukan dalam kapasitas jabatan. Sedangkan tema "Problematika Bangsa" menunjukkan masalah bangsa yang sudah akut, komplek, dan saling terkait.

"Silaturahmi ini juga mencari solusi atas problematika bangsa itu. Solusi ini kita akan rekomendasi kepada pemangku jabatan. Paling tidak solusi ini menjadi acuan," katanya.

Din menyebutkan prihatin terhadap kondisi bangsa sejak Oktober 2014. "Proses kehidupan politik yang gaduh, hiruk pikuk. Hal itu merupakan cermin situasi riil di masyarakat terjalin dengan berbagai kegaduhan-kegaduhan termasuk kegaduhan dalam agama. Silaturahmi ini mencari akar dan faktor masalah dan solusinya," katanya.[dem]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA