Rina dikaitkan dengan pengadaan enam judul buku dalam APBD Perubahan 2014 sebagai alat kampanyenya. Keenam buku yang masuk dalam pos anggaran Dinas Pendidikan DKI tahun 2014 itu berjudul
Dari Kampoeng Metropolitan,
Batavia Era Kolonial Hingga Jokowi,
Jakarta Dulu Rawa Sekarang Pencakar Langit,
Dari Delman Menuju MRT.
Perempuan Betawi Menyusui dan
Urban Batavia Urban Jakarta.
Diperkirakan, pengadaan buku itu merugikan keuangan DKI tahun 2014 hingga Rp 3 miliar. Karena, dalam APBD 2014 untuk satu judul dianggarkan Rp 500 juta.
Ternyata, Rina Aditya Sartika pernah meminta Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menuliskan kata pengantar untuk salah satu buku yang ia buat untuk dijadikan sebagai alat kampanye dirinya.
"Dia datang bawa buku yang judulnya Betawi apa gitu. Dia minta saya buat kasih kata pengantar. Dulu dia masih Caleg Gerindra," ujar Ahok di Balaikota, Jakarta Pusat, Kamis (19/3).
Ahok mengaku sempat membaca buku yang disodorkan Rina. Karena alasan "ngeri", Ahok pun menolak menuliskan kata pengantar untuk buku itu.
"Setelah saya baca-baca isinya, saya ngeri. Terus nggak jadi," kata Ahok sebagaimana dilaporkan
RMOLJakarta.Com.
Kata Ahok, Rina juga pernah memintanya untuk membantu promosi saat kampanye di Pilkada 2014.
"Itu pun saya tolak. Dia sudah siapin tempat suruh saya datang, saya tolak jadwalnya," demikian Ahok.
[ysa]
BERITA TERKAIT: