Komisi VI: Batal Bagikan Traktor, Menteri Pertanian Layak Dipanggil DPR

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 18 Maret 2015, 12:23 WIB
Komisi VI: Batal Bagikan Traktor, Menteri Pertanian Layak Dipanggil DPR
Hafisz Tohir/net
rmol news logo . Panen raya yang dilakukan Presiden Joko Widodo di Ponorogo, Jawa Timur beberapa waktu menyisakan masalah. Pasalnya, dalam acara itu sempat dipamerkan traktor yang rencananya akan diberikan kepada petani, tetapi setelah acara selesai traktor batal dibagikan dan diambil kembali oleh panitia.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VI DPR Hafisz Thohir menyatakan bahwa tindakan ini merupakan bagian dari kebohongan publik. Jika benar terjadi demikan, lanjutnya, maka Menteri Pertanian Amran Sulaiman yang turut hadir dalam acara tersebut layak dipanggil ke DPR untuk dimintai keterangan.

"Ya, pembohongan publik itu. Harus dipanggil ke DPR (Menteri Amran Sulaiman)," sebut politikus PAN ini saat dihubungi wartawan sesaat lalu (Rabu, 18/3).

Kata Hafisz Thohir, Jokowi tidak boleh main-main dalam mengambil kebijakan untuk pertanian. Ini mengingat sektor pertanian merupakan unggulan Indonesia dalam kancah Internasional.

"Jadi, Jokowi harus serius urus pertanian. Jangan main-main, dan jangan lakukan eksperimen," terang dia.

Sebelumnya, Mentan Andi Amran Sulaiman sudah membantah pemberitaan di sejumlah media massa, bahwa pemerintah telah menarik kembali bantuan traktor Presiden Jokowi ke kelompok petani. [rus]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA