Demikian disampaikan ekonom senior, Dradjad H Wibowo, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 10/3).
Saat ini, Dradjad menjelaskan, pembayaran antar dunia usaha mulai seret. Di saat yang sama, aliran kredit semakin mahal. Dunia usaha di daerah pun terhantam oleh seretnya likuiditas dari APBN, dan apalagi ditambah dengan larangan rapat di hotel.
"Jika pemerintah tidak segera bnting setir lebih fokus ke ekonomi, bisa-bisa
growth 2015 di bawah 5 persen. Gejala
liquidity crunch sudah nyata sekarang di dunia usaha, dan jangan diremehkan," jelas Dradjad.
Dradjad pun menambahkan di antara "prestasi" pemerintahan Jokowi-JK selama ini. Yaitu membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi babak belur.
[ysa]
BERITA TERKAIT: