Dradjad Wibowo: Jokowi-JK Terlalu Banyak Buang Waktu untuk Urusan Non-Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 10 Maret 2015, 14:59 WIB
Dradjad Wibowo: Jokowi-JK Terlalu Banyak Buang Waktu untuk Urusan Non-Ekonomi
dradjad h wibowo/net
rmol news logo . Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla terlalu banyak membuang waktu dan energi untuk urusan-urusan non-ekonomi. Padahal perekonomian Indonesia saat ini mulai terkena gejala kekurangan bensin, berupa mulai seretnya aliran likuiditas.

Demikian disampaikan ekonom senior, Dradjad H Wibowo, kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Selasa, 10/3).

Saat ini, Dradjad menjelaskan, pembayaran antar dunia usaha mulai seret. Di saat yang sama, aliran kredit semakin mahal. Dunia usaha di daerah pun terhantam oleh seretnya likuiditas dari APBN, dan apalagi ditambah dengan larangan rapat di hotel.

"Jika pemerintah tidak segera bnting setir lebih fokus ke ekonomi, bisa-bisa growth 2015 di bawah 5 persen. Gejala liquidity crunch sudah nyata sekarang di dunia usaha, dan jangan diremehkan," jelas Dradjad.

Dradjad pun menambahkan di antara "prestasi" pemerintahan Jokowi-JK selama ini. Yaitu membuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Merah Putih (KMP) menjadi babak belur. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA