Mengerikan Bila Memang mata-mata Australia Menyadap Jokowi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 07 Maret 2015, 16:33 WIB
Mengerikan Bila Memang mata-mata Australia Menyadap Jokowi
jokowi/net
rmol news logo . Bila benar mata-mata Australia berhasil menyadap percakapan Joko Widodo selama pemilihan presiden, dan dalam percakapan itu ada persoalan terkait dengan isu kecurangan Pilpres, maka ini akan menjadi momok yang mengerikan bagi Presiden Jokowi.

"Apalagi saat ini hubungan Indonesia-Australia sedang memanas terkait kasus hukuman mati bagi Duo Bali Nine," kata pengamat politik Universitas Indonesia (UI), Budiyatna, saat dihubungi wartawan beberapa waktu lalu (Sabtu, 7/3).

Bahkan menurut Budi, dalam kasus penyadapan ini dicurigai ingin menjatuhkan Presiden Jokowi dari jabatannya sebagai pimpinan negara. Atau bisa saja, selain terkait dengan isu kecurangan Pilpres, ini juga terkait dengan persoalan KPK-Polri

"Jika Australia sampai membongkar borok Presiden Jokowi dari masa Pilpres sampai sekarang ini, maka akan menyudahi puncak kesuksesaan Presiden Jokowi di Indonesia dan di mata masyarakat Indonesia," ungkapnya.

Dalam bocoran dokumen rahasia milik Edward Joseph Snowden, disebutkan bahwa mata-mata Australia berhasil menyadap percakapan telepon selular dan data publik serta pejabat Indonesia melalui jaringan telepon selular terbesar, Telkomsel.

Dalam dokumen Snowden, Selandia Baru dan Australia menyadap satelit komunikasi satelit dan kabel telekomunikasi bawah laut. Mereka berbagi data panggilan telepon, email, pesan media sosial dan metadata.

Di antara data  yang dimiliki itu kabarnya adalah hasil sadapan percakapan Jokowi dengan sejumlah pejabat lain. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA