Lalu kenapa SBY bergerilya ke daerah-daerah jelang Kongres III Demokrat yang akan digelar awal April 2015. Apakah ini tanda-tanda persiapan untuk maju lagi atau seperti apa.
Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) Dr. Harmonis mengatakan, SBY sebagai seorang negarawan akan menepati janjinya. Harmonis masih yakin presiden keenam itu tidak maju lagi di kongres nanti.
Lalu siapa yang akan dijakokan SBY, Harmonis menilai SBY akan mendorong orang-orangnya, seperti Ibas Yodhoyono, Syarif Hasan atau Agus Hermanto.
"Meski tidak jadi ketua umum, pak SBY tidak mungkin meninggalkan Demokrat. Pasti dia akan tempatkan orang-orangnya di kursi ketum," ujar Sekjen Ikatan Sarjana Komunikasi Indonesia (ISKI) ini saat dihubungi redaksi, Jumat (6/3).
Harmonis menambahkan, namun yang terpenting bagi SBY adalah, siapapun yang memegang kekuasaan di Demokrat, harus bisa menggaransi diri dan keluarganya.
Awal tahun 2015, mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum meminta SBY bertanya kepada hati kecilnya sendiri soal kelayakan maju kembali dalam Kongres Demokrat. (Baca:
Anas Urbaningum Ingatkan Janji SBY Soal Jabatan Ketum Demokrat).
[rus]
BERITA TERKAIT: