KONGRES KNPI

GMNI Desak Polisi Terus Proses Kasus Pemukulan di Kongres KNPI

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Sabtu, 28 Februari 2015, 16:34 WIB
GMNI Desak Polisi Terus Proses Kasus Pemukulan di Kongres KNPI
twedy/net
rmol news logo . Kongres XIV Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) di Jayapura menjadi harapan baru bagi eksistensi dan peran pemuda di seluruh Indonesia. Kongres tersebut sejatinya menjadi momentum konsolidasi baik gagasan maupun potensi pemuda bagi kemajuan Indonesia di masa mendatang.

"Harapan tersebut seharusnya menjadi cita-cita bersama seluruh delegasi yang hadir dari seluruh Indonesia. Sehingga kongres mampu menghasilkan terobosan dalam mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan Indonesia," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 28/2).

Sayang, lanjut Twedy, harapan besar tersebut dinodai dengan terjadinya aksi pemukulan di dalam persidangan. Korban pemukulan tersebut adalah Achmad Suhawi, Wakil Ketua SC Kongres KNPI.

"Korban yang juga merupakan mantan Presidium GMNI, dipukul dari belakang saat memimpin persidangan. Sedangkan pelaku bernama Desviadi yang berasal dari organisasi Garda Api," ungkap Twedy.

Atas kejadian tersebut, lanjut Twedy, Presidium GMNI mendesak aparat kepolisian untuk tetap melanjutkan proses hukum terhadap pelaku. Karena hal ini menyangkut nama baik Kongres KNPI dan pemuda Indonesia.

"Tindakan kekerasan tidak patut dilakukan oleh pemuda, terlebih di acara resmi nasional seperti Kongres KNPI. I‎ntelektualitas seharusnya menjadi cerminan delegasi kongres, bukan aksi kekerasan," demikian Twedy. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA