"Harapan tersebut seharusnya menjadi cita-cita bersama seluruh delegasi yang hadir dari seluruh Indonesia. Sehingga kongres mampu menghasilkan terobosan dalam mengatasi persoalan-persoalan kebangsaan Indonesia," kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Twedy Noviady Ginting, dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 28/2).
Sayang, lanjut Twedy, harapan besar tersebut dinodai dengan terjadinya aksi pemukulan di dalam persidangan. Korban pemukulan tersebut adalah Achmad Suhawi, Wakil Ketua SC Kongres KNPI.
"Korban yang juga merupakan mantan Presidium GMNI, dipukul dari belakang saat memimpin persidangan. Sedangkan pelaku bernama Desviadi yang berasal dari organisasi Garda Api," ungkap Twedy.
Atas kejadian tersebut, lanjut Twedy, Presidium GMNI mendesak aparat kepolisian untuk tetap melanjutkan proses hukum terhadap pelaku. Karena hal ini menyangkut nama baik Kongres KNPI dan pemuda Indonesia.
"Tindakan kekerasan tidak patut dilakukan oleh pemuda, terlebih di acara resmi nasional seperti Kongres KNPI. I‎ntelektualitas seharusnya menjadi cerminan delegasi kongres, bukan aksi kekerasan," demikian Twedy.
[ysa]
BERITA TERKAIT: