Namun, kemenangan itu tidak membuat pelatih Nerazzuri, RoÂberto Mancini happy. Pasalnya, banyak peluang yang tercipta di babak kedua tapi tidak berhasil dieksekusi Mateo Kovacic Cs. Bahkan dia menilai, pasukanÂnya kerap membikin susah diri sendiri. "Bukan Inter namanya jika kami tidak bikin susah diri sendiri," kata Mancini di FootÂball Italia.
Bukan cuma kali ini saja InÂter kesulitan mempertahankan keunggulan atau kehilangan angka gara-gara kecerobohanÂnya sendiri. Hal buruk itu pernah terjadi saat Inter melawan Torino dan Napoli di Coppa Italia beÂberapa waktu lalu.
"Wajar tim sedikit lebih sanÂtai ketika unggul 2-0, apalagi setelah tiga laga sengit dalam rentang sepekan dan tidak banÂyak melakukan rotasi skuat. PerÂforma kami luar biasa di babak pertama tapi hanya kurang gol, meski punya empat atau lima peluang yang sangat bagus."
Pada laga kemarin, sebeÂnarnya Inter tampil dominan di babak pertama naÂmun beberapa peluang yang diciptakan tak mampu berujung gol. Di menit ke-47 Inter ungÂgul lewat Mateo Kovacic, yang disusul gol kedua di menit ke-68 lewat Mauro Icardi. Bukannya menambah gol lagi tapi Inter justru berada di bawah tekanan Cagliari. Akibatnya, tuan rumah memperkecil skor di menit ke-74 lewat bunuh diri Juan Pablo Carrizo dan beberapa kali mampu merepotkan pertahanan Inter yang digawangi Juan Jesus serta Nemanja Vidic.
"Kami punya dua peluang bikin gol di babak pertama dan gagal menuntaskannya. Laga masih terbuka dan setelah 65 menit kami seharusnya mampu mengontrol laga dengan baik."
Dari pinggir lapangan ManÂcini pun dihantui ketakutan laga Inter vs Celtic pekan lalu terulang. Saat itu setelah sempat memimpin 2-0, akhirnya Celtic pun dapat menyamai kedudukan dengan hasil akhir 3-3. Namun, kekhawatiran Mancini sirna setelah kemenangan timnya atas Cagliari dengan skor 1-2 berÂtahan sampai akhir laga. ***
BERITA TERKAIT: