Hasil ini tak lantas membuat tim berjuluk Las Granotes yang dalam bahasa setempat berarti katak itu tetap terkurung dalam zona degradasi, pada peringkat ke-18 dengan koleksi 22 poin. Meski begitu, namanya sebuah kemenangan tetap saja memÂbawa kebahagian bagi tim.
Di hadapan lebih dari 13.000 penonton yang didominasi penÂdukung tim katak, membuat suasana hingar bingar.
Granada menciptakan peÂluang lebih awal saat laga baru memasuki menit kedua ketika Javi Marquez mengirim umpan kepada Youssef El Arabi, namun sundulan pemain terakhir masih bisa diselamatkan.
Tim tamu yang hobi menggencet membuka skor melalui titik putih setelah VÃctor Camarasa divonis melakukan handball di kotak terlarang pada menit ke-13. Eksekusi dilakukan El Arabi denÂgan mengarahkan bola ke pojok kiri gawang dan berbuah gol karÂena kiper lawan salah arah. Usai turun minum, Olazabal melakuÂkan sejumlah penyelamatan atas usaha Ruben Garcia dan Uche. Pada menit ke-72, Adrian Colunga diusir wasit akibat melakukan peÂlanggaran terhadap David Barral sehingga tim tamu harus bermain dengan sepuluh pemain.
Keunggulan jumlah pemain mampu dimanfaatkan Levante. Pada menit ke-88, mereka meÂnyamakan kedudukan melalui aksi Camarasa dengan sepakan dari jarak jauh.
Di pengujung pertandingan, memasuki empat menit masa injury time, Barral memastikan kemenangan Levante setelah ia memanfaatkan umpan sodoran Uche.
Sang pencetak gol di menit penutup, David Barral berharap agar timnya pandai bersyukur guna mendapatkan hasil lebih baik lagi ke depannya. "KemeÂnangan adalah yang kita cari. Ini sebuah nikmat dari-Nya. Kita memotivasi agar tidak membuat kesalahan," jelas Barral di laman resmi klub, kemarin.
Barral tidak malu-malu menÂgucapkan terima kasih atas duÂkungan dari para penggemar yang terus setia menemani timnya, meski prestasinya psanga surut. "Mereka tidak meninggalkan kita dan selalu mengalirkan intensitas maksimum kepada kami."
Bagi Granada kekalahan ini membuat mereka mendekam seÂmakin dalam di bawah Levante karena hanya mempunyai raihan 19 angka. Sang pelatih, Abel Resino mengakui, hasil buruk ini tak lepas dari kurangnya pemain. Terlebih penyerang berpengalaÂman mereka, Piti yang absen tiga pekan setelah mengalami cidera paha saat menahan imbang AthÂletic Bilbao pada akhir pekan lalu. "Piti sementara beristirahat setelah menjalani serangkaian tes, mungkin selama tiga pekan atau lebih," katanya
Namun hasil buruk ini tak boleh ditangisi berlarut-larut, karena mereka harus bersiap karena 28 Februari mendatang Barcelona akan menjadi lawan mereka. ***
BERITA TERKAIT: