Selain Bandeng, Daging Babi Laku Keras Saat Imlek

Kamis, 19 Februari 2015, 12:00 WIB
Selain Bandeng, Daging Babi Laku Keras Saat Imlek
ILUSTRASI/IST
rmol news logo Sebanyak 800 ton daging babi beredar di wilayah Jakarta saat perayaan imlek berlangsung. Daging-daging tersebut berasal dari Rumah Potong Hewan (RPH) babi Kapuk, Jakarta Barat.

Pegawai PD. Dharma Jaya RPH Babi Kapuk, Endi mengatakan selain ikan bandeng, menjelang peryaan imlek permintaan daging babi melonjak drastis.

Biasanya RPH setiap hari memotong sekitar 100 ekor babi. Namun menjelang imlek tahun ini pihaknya memotong sebanyak 800 ekor babi setiap harinya.

"Satu babi rata-rata seberat 80 kg lebih," ujar Endi saat berbincang dengan RMOLJakarta, Kamis (19/2).

Endi melanjutkan, babi yang sudah dipotong kemudian didistribusikan kepada para pedangan di wilayah DKI Jakarta. Para pembeli daging babi kebanyakan etnis Tionghoa yang akan merayakan imlek.

Sebab menurut kepercayaan dan tradisi masyarakat Tionghoa pada saat perayaan imlek, ada yang namanya Sam Seng atau Berkurban Tiga Daging, yang terdiri dari ikan bandeng, ayam betina dan daging babi yang menjadi persembahan bagi para Dewa.

"Mereka beli untuk persembahan," katanya. [agoeng maryana/sim/jkt/adm]


ARTIKEL LAINNYA