Iwan menilai bahwa keluhan warga itu tidak cukup beralasan. Pasalnya, semua kebutuhan pengungsi banjir Kelurahan Cipinang Melayu sudah mereka penuhi.
"Memang ada permintaan pungungsi yang mereka sampaikan waktu kunjungan walikota (Jaktim). Tapi tidak lama kemudian langsung kami penuhi," ungkap Iwan saat dihubungi
RMOLJakarta, Kamis (12/2).
Terkait dengan anggaran, Iwan mengaku memang sampai saat ini belum ada anggaran jelas yang pasti dari pihak Pemkot. Hingga kini, jika ada kebutuhan anggaran ataupun perlengkapan, BPBD berkoordinasi dulu dengan dinas-dinas terkait.
"Untuk kebutuhan mendasar seperti konsumsi, kesehatan, kami berkoordinasi dengan Sudin sosial. Jika ada kebutuhan lainnya, kami akan berkoordinasi dengan dinas-dinas terkait," ungkap Iwan.
Tapi meski semua masih terbatas, Iwan menuturkan pihaknya tetap memberikan layanan yang maksimal kepada korban banjir.
Sebelumnya, meski sudah bisa kembali ke rumah, namun korban banjir di Cipinang Melayu, Kecamatan Makasar, Jaktim tetap mempertanyakan kondisi keuangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.
Pasalnya, para korban banjir ini merasa tidak diperhatikan oleh pihak Pemprov DKI saat mengungsi di posko banjir kemarin.
"Emang gubernur lagi miskin ya? Kok bantuannya tidak seperti tahun lalu," tanya Edi, warga RT 02 RW 04 saat ditemui
RMOLJakarta dirumahnya, Kamis (12/2).
[Zulfahmi Jamba/sim/jkt/man]