Harapan ini disampaikan tokoh demokrasi, Andi Arief, kepada
Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Sabtu, 7/2).
Andi Arief mengingatkan bila Indonesia sudah mengalami krisi. Politik Indonesia pun dibayangi trauma suksesi kepemimpinan nasional yang mengenaskan; Presiden Soekarno diajtuhkan, Presiden Soeharto dipaksa mundur dan Presiden Abrurrahman Wahid dijatuhkan.
"Semua proses ini dalam situasi krisis yang meruncing," kata Andi Arief, yang merupan mantan Staf Khusus Presiden SBY.
Andi Arief pun memberi perhatian khusus pada kejatuhan Soeharto.
"Apapun penafsiran sejarah, Soeharto
legowo mundur ketimbang Indonesia makin tidak mennentu atau jatuh pada junta," demikian Andi Arief.
[ysa]
BERITA TERKAIT: