Karena tidak hanya akan menjungkalkan Jokowi jatuh dari kursi kekuasaan, tapi juga membuat rakyat Indonesia kian sengsara karena praktik KKN masih terjadi.
"Apa yang menyebaban Soeharto Presiden kedua Indonesia mengakhiri kekuasaannya dengan menjadi tersangka KKN?" ungkap mantan Staf Khusus Presiden, Andi Arief, (Sabtu, 7/2).
"Karena ia (Soeharto) menggunakan legalitas berbagai Keppres yang mengakibatkan keuntungan dirinya, anak-anaknya, kroninya, dan sejumlah yayasan yang dipimpinnya," sambung aktivis musuh Orde Baru tersebut.
"Jika pada akhirnya Proton Malaysia dimobilnasionalkan dan menjadi kendaraan wajib aparatur negara?" katanya lagi. (Baca:
Gandeng Proton Jokowi Bangun Mobil Nasional)
Andi Arief mengungkapkan itu terkait keputusan Joko Widodo menggandeng Proton untuk mengembangkan mobil nasional. Namun kerja sama tidak dengan perusahaan negara, melainkan lewat PT Adiperkasa Citra Lestari, perusahaan milik bekas tim suksesnya, Abdullah Mahmud Hendropriyono.
Sebelumnya, ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak juga mempertanyakan kebijakan Jokowi itu. Menurutnya, kalau menggandeng perusahaan pelat merah Malaysia tersebut, apa bedanya Jokowi dengan Tommy Soeharto yang menggandeng pabrikan Asal korea Selatan yakni KIA terkait mobil Timor.
[zul]
BERITA TERKAIT: